Bandung – Jakarta Ambles Lebih 5 Cm per Tahun, Badan Geologi Bunyikan Alarm Bahaya

Senin, 22 Desember 2025 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir rob dan penurunan tanah di kawasan perkotaan Pulau Jawa akibat eksploitasi air tanah dan urbanisasi. (Posnews/Ist)

Kondisi banjir rob dan penurunan tanah di kawasan perkotaan Pulau Jawa akibat eksploitasi air tanah dan urbanisasi. (Posnews/Ist)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Alarm bahaya penurunan tanah kian nyaring di Pulau Jawa. Badan Geologi mencatat sejumlah kota besar mengalami amblesan lebih dari lima sentimeter per tahun, bahkan terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Bandung.

Tak hanya kawasan pesisir, Kota Bandung dan Bandung Raya kini masuk zona rawan. Beban bangunan, urbanisasi masif, hingga eksploitasi air tanah disebut menjadi biang kerok utama.

Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi, Agus Cahyono Adi, menegaskan laju penurunan tanah di Bandung dipicu kombinasi faktor alam dan ulah manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Industri masif, tanah lunak, sedimen muda, urbanisasi, beban bangunan, dan penggunaan air tanah berlebihan jadi pemicunya,” tegas Agus, Minggu (21/12/2025).

Lebih lanjut, Agus mengungkap Bandung berdiri di atas bekas danau purba dengan endapan sedimen labil. Akibatnya, wilayah ini jauh lebih rentan amblas dibanding daerah berbatuan lava keras.

Baca Juga :  Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah

“Ini penurunan tanah multifaktor. Sedimen Bandung relatif labil,” ungkapnya.

Meski faktor geologi tak bisa dihindari, Agus menekankan pengendalian air tanah adalah kunci utama menahan laju amblasan.

“Yang bisa dikendalikan manusia adalah mengurangi eksploitasi air tanah,” tegasnya.

Tak hanya Bandung, Badan Geologi juga mendeteksi penurunan tanah di Jakarta Utara, Semarang (Genuk, Tanjung Mas, Kaligawe), Sayung Demak, pesisir Pekalongan, serta Surabaya timur dan utara—seluruhnya lebih dari lima sentimeter per tahun.

Tanah Lunak dan Eksploitasi Air Tanah

Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria memperingatkan, kombinasi tanah lunak dan eksploitasi air tanah memperparah ancaman jangka panjang.

Menurutnya, amblasan tanah yang bertemu kenaikan muka laut akibat pemanasan global berpotensi memicu banjir rob permanen, kerusakan infrastruktur, hingga kerugian ekonomi besar.

Baca Juga :  Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?

“Biaya perbaikan bangunan melonjak dan wilayah daratan terus menyusut,” ujarnya.

Di pesisir utara Jawa, kondisi makin mengkhawatirkan. Jakarta, Semarang, dan Demak kini berada sejajar, bahkan lebih rendah dari permukaan laut.

“Banjir rob terus meluas di Jakarta Utara, Pekalongan, Semarang, dan Demak,” kata Lana.

Meski demikian, Badan Geologi mencatat perlambatan laju penurunan tanah di Jakarta. Data GPS 2015–2023 menunjukkan amblasan 0,05–5,17 sentimeter per tahun dan relatif tak terlihat sejak 2020.

Namun catatan lama tetap jadi peringatan keras. Pada periode 1997–2005, Jakarta sempat ambles hingga 20 sentimeter per tahun.

Bahkan laporan World Economic Forum (WEF) menyebut beberapa wilayah Jakarta turun hingga 28 sentimeter, tenggelam 10–20 kali lebih cepat dari kenaikan muka laut.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Bongkar Modus 10 WNA, Perusahaan Fiktif Dipakai untuk Kejar Visa Eropa
Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba September 2026
Praperadilan Kedua Roy Suryo Ditolak, Hakim Sebut Ada Penyalahgunaan Prosedur
KPK Tangkap Bupati Lombok Barat dalam Operasi Senyap di NTB
Kasus Febrie Memanas, Mensesneg Minta Hotman Paris Tak Seret Nama Prabowo
Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?” Picu Kecaman, PWI Desak Hotman Paris Minta Maaf
Adonara Berdarah, Menteri HAM Pigai Dorong Solusi Budaya untuk Hentikan Konflik
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:23 WIB

Imigrasi Bongkar Modus 10 WNA, Perusahaan Fiktif Dipakai untuk Kejar Visa Eropa

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:35 WIB

Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba September 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 16:03 WIB

Praperadilan Kedua Roy Suryo Ditolak, Hakim Sebut Ada Penyalahgunaan Prosedur

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

KPK Tangkap Bupati Lombok Barat dalam Operasi Senyap di NTB

Senin, 20 Juli 2026 - 13:19 WIB

Kasus Febrie Memanas, Mensesneg Minta Hotman Paris Tak Seret Nama Prabowo

Berita Terbaru

Lompatan besar waralaba populer Nintendo. Game spin-off Splatoon Raiders hadir mengusung genre action RPG dengan kustomisasi mendalam di Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Spin-off Action RPG Splatoon Raiders Tampil

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:00 WIB