Bagaimana Mutiara Menjadi Perhiasan Paling Berharga dalam Sejarah

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kemilau dari kedalaman samudra. Sebelum era mutiara budidaya, permata alami ini merupakan harta karun paling eksklusif di dunia yang memicu lahirnya industri penyelaman tradisional hingga revolusi ekonomi di Teluk Persia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kemilau dari kedalaman samudra. Sebelum era mutiara budidaya, permata alami ini merupakan harta karun paling eksklusif di dunia yang memicu lahirnya industri penyelaman tradisional hingga revolusi ekonomi di Teluk Persia. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Selama ribuan tahun, mutiara telah memegang gelar sebagai “Ratu Permata”. Daya tarik mutiara melampaui sekadar perhiasan biasa; ia adalah kapsul waktu biologis yang mencerminkan status sosial dan kemajuan perdagangan antar-bangsa di masa lalu.

Dahulu, kalung mutiara alami yang serasi merupakan harta karun dengan nilai yang hampir tidak tertandingi. Sebelum penemuan teknik mutiara budidaya, permata ini begitu langka sehingga hampir secara eksklusif petugas cadangkan bagi kaum bangsawan dan orang-orang terkaya di dunia.

Jejak Arkeologis: Dari Mesir hingga Kekaisaran Persia

Masyarakat Mesir kuno sangat menggemari mutiara. Banyak pemimpin Mesir menghargai koleksi mutiara mereka hingga meminta agar perhiasan tersebut ikut petugas makamkan bersama jenazah mereka.

Di sisi lain, di wilayah Timur dan Kekaisaran Persia, mutiara seringkali masyarakat tumbuk menjadi bubuk mahal. Mereka memercayai bubuk tersebut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung hingga epilepsi. Sejarah Tiongkok yang panjang juga memberikan bukti luas mengenai pentingnya mutiara dalam diplomasi dan pengobatan tradisional.

Anatomi Pembentukan: Alami vs Budidaya

Sains modern membagi mutiara ke dalam tiga kategori utama: alami, budidaya, dan simulasi (tiruan). Secara biologis, mutiara terbentuk ketika zat pengiritasi, seperti butiran pasir, masuk ke dalam tubuh tiram, remis, atau kerang.

Baca Juga :  Hafithar Si Doel Asli, Viral Berangkat Subuh dari Tangerang - Kini Dapat Dukungan Persija

Sebagai mekanisme pertahanan, moluska akan mengeluarkan cairan untuk melapisi benda asing tersebut. Lapisan demi lapisan deposit inilah yang akhirnya membentuk mutiara yang berkilau.

  • Mutiara Alami: Terbentuk secara spontan di alam liar tanpa campur tangan manusia.
  • Mutiara Budidaya: Menggunakan proses biologis yang sama, namun manusia secara bedah menanamkan “inti” atau potongan cangkang sebagai katalis.
  • Mutiara Tiruan: Biasanya berupa manik-manik kaca yang petugas celupkan ke dalam larutan sisik ikan. Perhiasan jenis ini tidak memiliki berat atau kehalusan mutiara asli.

Perjuangan 10 Tahun di Dasar Laut

Proses perolehan mutiara, baik alami maupun budidaya, membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Moluska harus mencapai usia matang sekitar tiga tahun sebelum siap menerima benda pengiritasi. Selanjutnya, dibutuhkan waktu tiga tahun lagi bagi mutiara untuk mencapai ukuran penuhnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Risiko kegagalan dalam industri ini sangat tinggi. Sering kali, tiram menolak benda asing tersebut atau mati akibat penyakit. Alhasil, dari satu siklus produksi selama 5 hingga 10 tahun, hanya sekitar 50 persen tiram yang berhasil bertahan hidup. Bahkan, dari mutiara yang dihasilkan, hanya sekitar 5 persen yang memiliki kualitas cukup tinggi untuk digunakan oleh pembuat perhiasan papan atas.

Baca Juga :  Skandal Epstein Seret Bangsawan dan Pejabat Tinggi Eropa

Menakar Nilai dan Geografi Pasar Global

Nilai sebuah mutiara ditentukan oleh dua faktor utama: kilau (luster) dan ukuran. Kilau sangat bergantung pada kehalusan dan kerataan lapisan mutiara. Semakin dalam pancaran cahayanya, semakin mahal harganya.

Secara historis, mutiara terbaik di dunia berasal dari Teluk Persia, khususnya di sekitar wilayah Bahrain. Namun demikian, industri mutiara alami di sana berakhir mendadak pada awal 1930-an akibat polusi tumpahan minyak dan penangkapan berlebihan. Saat ini, stok mutiara alami terbesar berada di India, sementara pasar mutiara budidaya global dikuasai oleh Jepang dengan pangsa pasar mencapai 80 persen. Australia dan Tiongkok menyusul di posisi kedua dan ketiga, memastikan mutiara tetap menjadi komoditas mewah yang paling dicari di pasar internasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Sikat Kurir 12 Kg Sabu di Bakauheni Jaringan Malaysia, Terendus dari X-Ray
Cuaca Minggu 19 April 2026: Jakarta, Bekasi hingga Bogor Berpotensi Hujan
Menteri HAM Natalius Pigai Tegas, Pengamat Tak Bisa Dipidana karena Kritik
BNN dan NU Alarm Keras: Vape Bisa Jadi Pintu Masuk Narkoba
Bareskrim Bongkar TPPU Raksasa, Rp124 Miliar Diputar Lewat Rekening Siluman
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Vietnam U-17: Wajib Menang atau Tersingkir
KPK Bongkar Masalah MBG, Tata Kelola Lemah hingga Potensi Korupsi
Update Cuaca Indonesia 18 April 2026: Jakarta, Bekasi, hingga Surabaya Berpotensi Hujan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:24 WIB

Bareskrim Sikat Kurir 12 Kg Sabu di Bakauheni Jaringan Malaysia, Terendus dari X-Ray

Minggu, 19 April 2026 - 07:01 WIB

Cuaca Minggu 19 April 2026: Jakarta, Bekasi hingga Bogor Berpotensi Hujan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Tegas, Pengamat Tak Bisa Dipidana karena Kritik

Sabtu, 18 April 2026 - 16:16 WIB

BNN dan NU Alarm Keras: Vape Bisa Jadi Pintu Masuk Narkoba

Sabtu, 18 April 2026 - 15:09 WIB

Bareskrim Bongkar TPPU Raksasa, Rp124 Miliar Diputar Lewat Rekening Siluman

Berita Terbaru