Selebgram DF Terseret Sindikat Narkoba DWP Bali, Polisi Bongkar 6 Klaster Sadis

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengungkap sindikat narkoba DWP Bali 2025 dan menangkap puluhan tersangka. (Posnews/Ist)

Polisi mengungkap sindikat narkoba DWP Bali 2025 dan menangkap puluhan tersangka. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri membongkar enam klaster sindikat narkoba sadis yang beroperasi di balik pesta musik elektronik dunia Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali, 12–14 Desember.

Operasi senyap ini menyeret 17 tersangka, termasuk selebgram DF alias Donna Fabiola.

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen membenarkan nama DF masuk dalam daftar sindikat narkoba.

“Benar,” tegas Handik, Selasa (23/12/2025).

Namun, polisi menegaskan status “selebgram” hanyalah label publik. “Itu bukan sebutan dari penyidik,” tandasnya.

17 Tersangka, 1 WNA, 7 DPO

Secara total, polisi mencokok 16 WNI dan 1 WNA, serta memburu 7 buronan (DPO).

Baca Juga :  Di Ambang Perang? Trump Tak Tutup Kemungkinan Serang Venezuela, Armada AS Siaga Penuh

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaringan ini menyuplai sabu, kokaina, ekstasi, MDMA, ganja, hingga ketamine ke arena pesta internasional.

Sindikat pertama dikendalikan RA alias Bos (DPO) dengan dua kurir berinisial G dan AA.

Polisi menyita 31 kilogram sabu, 796 butir ekstasi, 135 gram happy water, dan 1.066 gram ketamine.

Sindikat 2: Selebgram Jadi Pengedar

Sindikat kedua paling menyita perhatian. DF alias Donna Fabiola berperan sebagai pengedar kokaina dan MDMA, bersama empat tersangka lain. Dua pemasok utama masih buron.

Barang bukti: kokaina, MDMA, ekstasi, dan ganja.

Sindikat 3 dan 4: Lab Rahasia Ketamine

Sindikat ketiga dan keempat menjalankan distribusi kokaina dan ekstasi, bahkan mengoperasikan laboratorium rahasia ketamine.
Salah satu pelaku merupakan WNA asal Peru.

Baca Juga :  Sekolah Internasional di Kelapa Gading Diteror BOM, Minta Rp500 Juta Kripto

Sindikat 5 dan 6: Dikendalikan dari Lapas

Sindikat terakhir dikendalikan narapidana Lapas Kerobokan, meski identitasnya masih didalami.

Pelaku mengedarkan ekstasi dan happy five langsung ke jaringan bawah tanah festival.

Dirtipidnarkoba Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan jaringan ini terstruktur, brutal, dan lintas negara.

Polisi masih mengembangkan kasus untuk membongkar aktor intelektual di balik layar.

Pengungkapan ini mengguncang publik dan menjadi tamparan keras bagi dunia hiburan dan pesta musik internasional.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar
Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan
Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap
Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari
Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme
Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit
Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI
Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:23 WIB

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:50 WIB

Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:06 WIB

Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:49 WIB

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme

Berita Terbaru