LONDON – Malam di Stadion Emirates berubah menjadi panggung drama yang menegangkan. Arsenal dan Crystal Palace menyajikan tontonan penuh darah dan guntur dalam perempat final Carabao Cup, Rabu malam.
Meskipun kompetisi ini mungkin bukan prioritas utama bagi Mikel Arteta maupun Oliver Glasner, kedua tim bertarung habis-habisan. Akhirnya, The Gunners keluar sebagai pemenang melalui adu penalti yang mendebarkan setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Kiper pengganti Arsenal, Kepa Arrizabalaga, muncul sebagai pahlawan. Ia berhasil menepis tendangan penalti ke-16 yang dieksekusi oleh bek Palace, Maxence Lacroix. Penyelamatan gemilang itu memastikan langkah Arsenal ke babak empat besar dengan gaya dramatis.
Dominasi Tuan Rumah dan Kiper “Kesurupan”
Arsenal mendominasi jalannya pertandingan sejak awal. Arteta melakukan delapan perubahan pada susunan pemainnya, namun tetap tampil menekan. Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli berulang kali mengancam gawang lawan.
Namun, mereka membentur tembok tebal bernama Walter Benitez. Kiper lapis kedua Palace itu tampil dalam performa terbaiknya. Ia melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang membuat frustrasi para penyerang Arsenal.
Tercatat, Arsenal melepaskan 13 tembakan di babak pertama saja. Benitez mementahkan peluang emas dari Noni Madueke dan sundulan Jurrien Timber. Sementara itu, Palace hanya sesekali mengancam lewat serangan balik.
Gol Bunuh Diri dan Balasan Menit Akhir
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Ironisnya, gol Arsenal bukan berasal dari pemain mereka sendiri. Bola hasil tendangan Gabriel Jesus mengenai kaki Maxence Lacroix dan berbelok arah, mengecoh Benitez yang sudah mati langkah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keunggulan 1-0 tampaknya akan bertahan hingga peluit panjang. Apalagi, bek Palace Chris Richards harus ditandu keluar lapangan akibat cedera pergelangan kaki yang parah.
Tetapi, drama belum berakhir. Pada menit ke-95 masa injury time, Marc Guehi membungkam publik tuan rumah. Kapten Palace itu menyambar bola liar hasil tendangan bebas Adam Wharton untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Adu Penalti yang Sempurna (Hampir)
Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti. Ketegangan memuncak saat 15 penendang pertama dari kedua tim sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tidak ada satu pun yang gagal.
Tiba giliran penendang ke-16, Maxence Lacroix. Bek yang sebelumnya mencetak gol bunuh diri itu maju dengan beban berat. Sayangnya, malam itu benar-benar menjadi mimpi buruk baginya. Tembakannya berhasil ditebak dan ditepis oleh Kepa.
Seketika, stadion bergemuruh. Mikel Arteta dan pasukannya merayakan kemenangan yang diraih dengan susah payah. Kini, Arsenal bersiap menatap semifinal dan menjaga asa meraih trofi musim ini tetap menyala.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















