JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gelombang polemik soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla makin memanas.
Kali ini, Ade Armando dan Permadi Arya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan penyebaran berita bohong, Senin (4/5/2026).
Laporan itu dilayangkan oleh Persatuan Pemuda Mahasiswa Timur Raya usai beredarnya potongan video ceramah JK saat berbicara di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada beberapa waktu lalu.
Perwakilan pelapor, Rivai Sabon Mehen, menuding kedua terlapor sengaja memotong isi ceramah JK lalu menyebarkannya melalui podcast di Cokro TV.
“Sebagai warga negara, saya bersama kuasa hukum dan rekan-rekan datang ke Polda Metro untuk melaporkan Ade Armando dan Abu Janda terkait unggahan video dan podcast mereka di Cokro TV,” kata Rivai.
Menurut dia, konten tersebut memicu kegaduhan publik karena dinilai mendiskreditkan JK.
“Mereka mengambil potongan video yang tidak utuh lalu menyebarkannya ke ruang publik hingga menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelapor Sebut Ada Unsur Kesengajaan
Kuasa hukum pelapor, Wahyudin Ingratubun, menilai ada unsur kesengajaan dalam pemotongan video tersebut.
Ia menyebut potongan video berdurasi sekitar 12 detik hingga satu menit itu diduga sengaja disebarkan untuk membangun opini tertentu.
“Kami menemukan adanya unsur kesengajaan atau mens rea dari pihak terlapor,” katanya.
Pelapor menuding keduanya melanggar UU ITE, dugaan penghasutan, serta penyebaran informasi bohong.
Mereka berharap polisi segera memproses laporan tersebut hingga tahap penyidikan.
Aliansi 40 Ormas Islam Ikut Bergerak
Di hari yang sama, Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama juga mendatangi Bareskrim Polri.
Aliansi yang mengklaim mewakili sekitar 40 organisasi itu turut melaporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie.
Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, menilai podcast tersebut memicu kesalahpahaman antarumat beragama.
“Masyarakat seolah menganggap Pak JK menistakan agama tertentu, padahal ceramah lengkapnya justru membahas perdamaian,” ujarnya.
Sebelumnya, JK juga sempat dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penistaan agama setelah potongan video ceramahnya di UGM viral di media sosial.
Namun dalam versi lengkap, ceramah itu disebut membahas pengalaman JK dalam meredam konflik di berbagai daerah serta pesan menjaga toleransi antarumat beragama di Indonesia. (red)
Editor : Hadwan


















