JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Insiden mengerikan menimpa konsumen Toyota Zenix Seri Q yang baru dipakai beberapa bulan.
Ibu P bersama lima anaknya nyaris mengalami kecelakaan fatal setelah ban belakang kanan mobil pecah di Tol Jakarta–Cikampek, Jumat (2/1/2026) pagi.
Mobil yang baru menempuh sekitar 6.000 kilometer itu oleng hebat saat melaju sekitar 100 km/jam. Beruntung, kondisi tol lengang sehingga pengemudi berhasil mengendalikan kendaraan dan berhenti sekitar pukul 05.00 WIB.
Ban Dunlop Disorot, Risiko Keselamatan Nyata
Ibu P menegaskan, mobil baru sekelas Zenix Seri Q seharusnya aman dan prima.
“Saya tidak memikirkan velg atau ban rusak. Nyawa kami sekeluarga yang jadi taruhan. Ini mobil baru, tapi bannya pecah di tol lancar,” ujarnya.
Mobil tersebut menggunakan ban merek Dunlop yang kini dipertanyakan keandalannya. Sebelumnya, dua konsumen lain dengan ban merek sama mengalami insiden serupa, namun dealer Toyota justru menyalahkan konsumen.
Selain itu, beragam video di media sosial, termasuk TikTok, memperlihatkan kasus pecah ban pada Toyota Zenix Seri Q hingga Toyota Rush, menguatkan dugaan bahwa insiden ini bukan kejadian tunggal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dealer Dinilai Lempar Tanggung Jawab
Saat dihubungi, pihak marketing Toyota mengaku terkejut. Namun, dealer tetap menyimpulkan insiden sebagai kesalahan pengguna.
Sikap ini menuai kritik, sebab pecah ban pada mobil baru di kecepatan tinggi berpotensi memicu kecelakaan fatal.
“Ini sangat berbahaya, terutama jika ban depan yang pecah. Toyota harus bertanggung jawab, bukan menutup mata dan menyalahkan konsumen,” tegas pakar keselamatan kendaraan bermotor.
Konsumen Desak Tindakan Nyata Toyota
Ibu P mendesak Toyota segera bertindak, melakukan pemeriksaan menyeluruh dan penarikan (recall) ban Zenix Seri Q bila ditemukan cacat.
Keamanan konsumen harus menjadi prioritas, bukan sekadar narasi pemasaran.
Kasus pecah ban Toyota Zenix Seri Q ini menyoroti celah serius pada kontrol kualitas kendaraan dan komponen ban. Tanpa langkah tegas dan transparan, keselamatan pengguna jalan tetap terancam. **
Editor : Hadwan





















