Dunia Menggugat: Aksi AS di Venezuela Picu Kemarahan Global

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tuntutan akuntabilitas ekologi. Sekjen PBB António Guterres mendesak perusahaan kecerdasan buatan merilis data konsumsi energi dan air secara transparan guna menjaga kelestarian bumi. Dok: Istimewa.

Tuntutan akuntabilitas ekologi. Sekjen PBB António Guterres mendesak perusahaan kecerdasan buatan merilis data konsumsi energi dan air secara transparan guna menjaga kelestarian bumi. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Langkah sepihak Amerika Serikat yang menyerang Venezuela dan menangkap paksa Presiden Nicolás Maduro terus memantik api kemarahan global. Tak hanya di Caracas dan Washington, protes kini meletus di depan kedutaan besar AS di berbagai negara, mulai dari Sri Lanka, Jepang, hingga Indonesia.

Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) segera merespons dengan menggelar pertemuan darurat pada Selasa. Dalam forum tersebut, negara-negara kunci seperti Brazil, Meksiko, dan Kolombia secara tegas mengutuk aksi militer AS.

Perwakilan Meksiko, Alejandro Encinas Rodriguez, mengingatkan peserta rapat akan sejarah kelam kawasan tersebut. “Intervensi tidak pernah membawa stabilitas atau kesejahteraan yang langgeng,” tegasnya. Ia menekankan bahwa hanya rakyat sendirilah yang berhak menentukan masa depan dan mengelola sumber daya alam mereka.

“Serangan Terhadap Kita Semua”

Sekretaris Jenderal OAS, Albert Ramdin, mengambil sikap keras dengan merujuk pada piagam organisasi. Ia menegaskan bahwa setiap agresi terhadap satu negara di benua Amerika adalah agresi terhadap semua negara lainnya.

“Ini bukan saran, tapi kewajiban dan tanggung jawab moral,” ujar Ramdin. Ia menyerukan agar belahan bumi ini bertindak secara kolektif untuk kembali ke norma dan prinsip yang diterima, sebagaimana preseden sejarah yang pernah terjadi.

GNB: Ini Adalah Tindakan Perang

Kecaman juga datang dari Gerakan Non-Blok (GNB). Melalui rilis pemerintah Uganda, GNB melabeli serangan AS sebagai “tindakan perang” yang merusak perdamaian internasional. Kelompok ini menuntut penghentian segera segala permusuhan dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan Venezuela.

Senada dengan itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menggunakan momen peringatan tahunan Joe Slovo di Johannesburg untuk menyuarakan penolakannya.

“Kami menolak mentah-mentah tindakan yang telah Amerika Serikat lakukan,” seru Ramaphosa. Ia menuntut pembebasan segera Presiden Maduro beserta istrinya dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak tegas menegakkan hukum internasional.

Baca Juga :  Bagaimana Epstein Gunakan Kampus Elite untuk Rekrut Korban

Rusia dan Pesan Mengerikan untuk Sekutu

Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengeluarkan pernyataan yang mendesak de-eskalasi dan penyelesaian masalah melalui dialog konstruktif. Moskow menegaskan bahwa Amerika Latin dan Karibia harus tetap menjadi zona damai di mana pembangunan berdaulat terjamin.

Sementara itu, Iro Sarkka, peneliti senior di Institut Urusan Internasional Finlandia, memberikan analisis yang menohok kepada harian Helsingin Sanomat. Menurutnya, serangan AS ini ilegal menurut hukum internasional, namun tidak mengejutkan.

Sarkka menilai tindakan ini konsisten dengan strategi keamanan AS yang sering kali mengklaim menghormati kedaulatan, namun memperlakukan dirinya sendiri sebagai pengecualian demi kepentingan global.

“Ini adalah pesan yang mengerikan (chilling message) bagi Finlandia dan semua sekutu utama Amerika Serikat,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru

Langkah baru pasar monitor OLED. Philips merilis Evnia 32M2N6901A yang memadukan panel 4K QD-OLED 165Hz dengan harga kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:30 WIB

Lompatan industri semikonduktor China. Produsen memori CXMT mematok harga modul DDR5 server melampaui tarif Samsung akibat lonjakan permintaan pusat data AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Produsen Chip China CXMT Patok Harga Memori Lebih Mahal

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:00 WIB

Lompatan teknologi videografi profesional. Sony meluncurkan kamera Cinema Line FX5 yang membawa sensor full-frame 18,2 MP dan perekaman open gate 5K. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Resmi Meluncurkan Kamera Cinema Line FX5

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:36 WIB

Solusi komputasi serbabisa. TECNO merilis laptop MEGABOOK K14S di Indonesia yang menawarkan performa hingga Intel Core i9 serta sembilan port fisik lengkap. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TECNO Resmi Meluncurkan MEGABOOK K14S Bertenaga Core i9

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:31 WIB