AS Sita Tanker Rusia di Atlantik Utara: Moskow Tuduh Washington

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dibantu Inggris, pasukan AS menyita kapal tanker yang terkait dengan Venezuela. Rusia peringatkan

Ilustrasi, Dibantu Inggris, pasukan AS menyita kapal tanker yang terkait dengan Venezuela. Rusia peringatkan "kotak Pandora" telah terbuka di lautan bebas. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Lautan lepas kembali menjadi arena konflik geopolitik yang panas. Pada hari Rabu, Komando Eropa Amerika Serikat mengumumkan penyitaan sebuah kapal tanker minyak. Kapal tersebut terkait dengan Venezuela dan terdaftar sebagai kapal Rusia. Operasi ini berlangsung di Atlantik Utara.

Penyitaan kapal M/V Bella 1—sebelumnya bernama Marinera—terjadi setelah pengejaran aktif pasukan AS sejak akhir Desember. Terkait hal ini, Departemen Kehakiman dan Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan kapal tersebut melanggar sanksi Amerika.

“Kapal itu disita di Atlantik Utara berdasarkan surat perintah pengadilan federal AS. Sebelumnya, kapal dilacak oleh USCGC Munro,” bunyi pernyataan resmi komando tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan media AS menyebutkan personel AS sempat menaiki kapal tersebut pada Desember 2025. Saat itu, kapal masih berbendera Panama. Kapal sedang dalam perjalanan menuju Venezuela untuk memuat kargo.

Peran Inggris dalam Penyitaan

Operasi ini ternyata tidak dilakukan sendirian. Terungkap bahwa Inggris turut membantu penyitaan tersebut atas permintaan AS. Angkatan bersenjata Inggris memberikan “bantuan operasional terencana”. Bantuan ini mencakup dukungan pangkalan bagi aset militer AS di celah strategis Inggris-Islandia-Greenland.

Baca Juga :  Jalur Rafah Dibuka: Evakuasi Medis Gaza Berlanjut

Bahkan, sebuah kapal militer Inggris membantu mengejar tanker tersebut. Sementara itu, Angkatan Udara Kerajaan (Royal Air Force) memberikan dukungan pengawasan udara. Akibatnya, keterlibatan London menambah dimensi diplomatik baru dalam ketegangan antara Barat dan Rusia.

Rusia: Ini Adalah Perompakan

Reaksi dari Moskow datang dengan cepat dan keras. Kementerian Transportasi Rusia menegaskan tidak ada negara yang berhak menggunakan kekuatan terhadap kapal terdaftar sah. Lebih lanjut, mereka merujuk pada prinsip kebebasan navigasi di laut lepas. Hal ini sesuai dengan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuntut perlakuan manusiawi bagi warganya. “Mengingat informasi mengenai keberadaan warga negara Rusia, kami menuntut pihak Amerika menjamin perlakuan manusiawi,” tegas pernyataan tersebut. Selain itu, mereka meminta jaminan perlakuan bermartabat.

Pakar: Kotak Pandora Telah Terbuka

Para ahli militer dan politik Rusia melihat insiden ini sebagai preseden berbahaya. Misalnya, Vasiliy Dandykin, pakar militer Rusia. Tanpa ragu, ia menyebut perilaku AS sebagai “pembajakan tingkat negara” (state-level piracy).

Baca Juga :  Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan

“Biasanya kita bicara soal bajak laut di Somalia. Tapi kapal yang melacak tanker Marinera adalah kapal Penjaga Pantai AS. Di mana pantai AS? Ribuan mil laut jauhnya,” sindir Dandykin. Kemudian, ia memperingatkan bahwa insiden ini telah membuka “kotak Pandora”. Jika tindakan ini menjadi norma di lautan terbuka, konsekuensinya akan sangat tragis.

Senada dengan itu, pakar politik Malek Dudakov menilai AS sedang merusak kepercayaan komunitas internasional. Kepercayaan tersebut hancur terhadap sistem yang AS klaim bangun sendiri. Oleh karena itu, ia memprediksi Rusia akan lebih sering memberikan pengawalan bersenjata bagi tanker minyaknya.

“Jelas bahwa AS tidak akan membuat penyesuaian apa pun terhadap kebijakan luar negerinya,” tambah Dudakov pesimis. Komentar ini mengisyaratkan potensi eskalasi di jalur perdagangan maritim global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan
Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran
Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Berita Terbaru

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:49 WIB

Tom Holland mengonfirmasi pengetahuan tentang jadwal debut Miles Morales di MCU saat mempromosikan film Spider-Man: Brand New Day yang mencetak rekor pendapatan box office. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIB