Tanpa Afrika, Dunia Tak Bisa Modern: Wang Yi Tutup Tur

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menutup kunjungan ke empat negara, Menlu China tegaskan posisi Afrika sebagai kunci modernisasi global. Hampir 600 kegiatan budaya siap digelar tahun ini. Dok: Istimewa.

Menutup kunjungan ke empat negara, Menlu China tegaskan posisi Afrika sebagai kunci modernisasi global. Hampir 600 kegiatan budaya siap digelar tahun ini. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, baru saja merampungkan maraton diplomatiknya di Benua Hitam. Dalam sebuah wawancara dengan media China pada Senin, Wang menegaskan bahwa momentum saat ini sangat tepat bagi China dan Uni Afrika (AU) untuk memperkokoh kepercayaan strategis.

Kunjungan ini bukan perjalanan biasa. Ini menandai tahun ke-36 berturut-turut di mana Afrika menjadi tujuan pertama lawatan luar negeri Menlu China di awal tahun. Setelah menyambangi markas besar AU, Ethiopia, Tanzania, dan Lesotho, Wang membawa pulang pesan solidaritas yang kental.

“China dan AU, sebagai negara berkembang terbesar dan badan kontinental dengan jumlah negara berkembang terbanyak, harus lebih memperkuat solidaritas,” ujar Wang. Ia menekankan pentingnya menjaga hak dan kepentingan sah kedua belah pihak di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Baca Juga :  Ambisi Militer Takaichi: Jepang Akhiri Era Pasifis dan Perkuat Kapabilitas Serangan Balik

Modernisasi Afrika adalah Kunci Dunia

Poin paling filosofis dari pernyataan Wang menyentuh isu modernisasi. Ia menolak pandangan bahwa kemajuan dunia hanya milik segelintir negara maju.

“Hanya ketika China dan Afrika bergandengan tangan menuju modernisasi, dunia dapat mencapai modernisasi,” tegas Wang. Bahkan, ia melangkah lebih jauh dengan peringatan: “Tanpa modernisasi Afrika, tidak akan ada modernisasi dunia.”

China menyatakan kesiapannya menjadi “pendorong” (booster) bagi revitalisasi Afrika. Faktanya, selama kunjungan tersebut, Wang mengaku senang melihat pencapaian pembangunan baru di benua itu. Ia menjanjikan bahwa pasar raksasa China akan membuka peluang lebih luas bagi produk-produk Afrika.

600 Kegiatan di Tahun Istimewa

Tahun 2026 memiliki makna khusus sebagai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik China-Afrika. Untuk merayakannya, kedua pihak telah meluncurkan “Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-Afrika”.

Wang mengungkapkan skala masif dari inisiatif ini. Nantinya, program ini akan menyatukan pemuda, budaya, media, dan sektor lain melalui hampir 600 kegiatan pertukaran.

Selain itu, Wang melaporkan kemajuan signifikan pasca-KTT Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC) di Beijing pada September 2024. Tercatat, lebih dari 90 persen target yang ditetapkan dalam pertemuan tersebut kini telah tercapai atau menunjukkan kemajuan positif.

Dukungan Politik yang Solid

Di ranah politik, kunjungan ini mempertegas aliansi kedua pihak. Wang menyebutkan bahwa para pemimpin Afrika menyambut baik rekomendasi Rencana Lima Tahun ke-15 China.

Sebaliknya, teman-teman Afrika juga memberikan “kado” politik bagi Beijing. Selama kunjungan, mereka secara konsisten menegaskan kembali komitmen terhadap prinsip Satu China dan menyuarakan dukungan penuh bagi upaya China mencapai reunifikasi nasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB