BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, baru saja merampungkan maraton diplomatiknya di Benua Hitam. Dalam sebuah wawancara dengan media China pada Senin, Wang menegaskan bahwa momentum saat ini sangat tepat bagi China dan Uni Afrika (AU) untuk memperkokoh kepercayaan strategis.
Kunjungan ini bukan perjalanan biasa. Ini menandai tahun ke-36 berturut-turut di mana Afrika menjadi tujuan pertama lawatan luar negeri Menlu China di awal tahun. Setelah menyambangi markas besar AU, Ethiopia, Tanzania, dan Lesotho, Wang membawa pulang pesan solidaritas yang kental.
“China dan AU, sebagai negara berkembang terbesar dan badan kontinental dengan jumlah negara berkembang terbanyak, harus lebih memperkuat solidaritas,” ujar Wang. Ia menekankan pentingnya menjaga hak dan kepentingan sah kedua belah pihak di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Modernisasi Afrika adalah Kunci Dunia
Poin paling filosofis dari pernyataan Wang menyentuh isu modernisasi. Ia menolak pandangan bahwa kemajuan dunia hanya milik segelintir negara maju.
“Hanya ketika China dan Afrika bergandengan tangan menuju modernisasi, dunia dapat mencapai modernisasi,” tegas Wang. Bahkan, ia melangkah lebih jauh dengan peringatan: “Tanpa modernisasi Afrika, tidak akan ada modernisasi dunia.”
China menyatakan kesiapannya menjadi “pendorong” (booster) bagi revitalisasi Afrika. Faktanya, selama kunjungan tersebut, Wang mengaku senang melihat pencapaian pembangunan baru di benua itu. Ia menjanjikan bahwa pasar raksasa China akan membuka peluang lebih luas bagi produk-produk Afrika.
600 Kegiatan di Tahun Istimewa
Tahun 2026 memiliki makna khusus sebagai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik China-Afrika. Untuk merayakannya, kedua pihak telah meluncurkan “Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-Afrika”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wang mengungkapkan skala masif dari inisiatif ini. Nantinya, program ini akan menyatukan pemuda, budaya, media, dan sektor lain melalui hampir 600 kegiatan pertukaran.
Selain itu, Wang melaporkan kemajuan signifikan pasca-KTT Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC) di Beijing pada September 2024. Tercatat, lebih dari 90 persen target yang ditetapkan dalam pertemuan tersebut kini telah tercapai atau menunjukkan kemajuan positif.
Dukungan Politik yang Solid
Di ranah politik, kunjungan ini mempertegas aliansi kedua pihak. Wang menyebutkan bahwa para pemimpin Afrika menyambut baik rekomendasi Rencana Lima Tahun ke-15 China.
Sebaliknya, teman-teman Afrika juga memberikan “kado” politik bagi Beijing. Selama kunjungan, mereka secara konsisten menegaskan kembali komitmen terhadap prinsip Satu China dan menyuarakan dukungan penuh bagi upaya China mencapai reunifikasi nasional.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency





















