Teheran Pamer Kekuatan: Puluhan Ribu Pendukung Pemerintah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inflasi tembus 52%, Teheran coba redam amarah rakyat dengan ubah subsidi. Namun, kepala peradilan tegaskan masa

Inflasi tembus 52%, Teheran coba redam amarah rakyat dengan ubah subsidi. Namun, kepala peradilan tegaskan masa "basa-basi" sudah habis. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran melancarkan serangan balik, bukan dengan peluru, melainkan dengan massa. Pada hari Senin, puluhan ribu pendukung pemerintah membanjiri jalan-jalan utama Teheran untuk menjawab panggilan resmi negara. Aksi ini bertujuan menunjukkan solidaritas terhadap rezim yang sedang diguncang protes ekonomi dan politik selama dua pekan terakhir.

Media pemerintah menyiarkan gambar kerumunan besar yang memadati Lapangan Enghelab di ibu kota. Bersamaan dengan itu, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi dengan percaya diri mendeklarasikan bahwa situasi internal kini berada “di bawah kendali total”.

Demonstrasi tandingan ini juga meletus di kota-kota lain seperti Kerman, Zahedan, dan Birjand. Bahkan, penyiar negara melabeli aksi ini sebagai “kebangkitan populer melawan terorisme Amerika-Zionis”. Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei menggambarkan pertemuan tersebut sebagai peringatan keras bagi politisi AS agar menghentikan tindakan penipuan mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuduhan Konspirasi Asing

Sebelumnya, Araghchi bertemu dengan para diplomat asing di Teheran. Ia menuduh Amerika Serikat sengaja mengubah protes nasional menjadi kekerasan berdarah. Menurutnya, Washington melakukan ini untuk memberi alasan bagi Presiden Donald Trump melakukan intervensi militer.

Baca Juga :  Revolusi atau Pseudosains? Menakar Potensi dan Kontroversi Terapi Magnet Global

“Iran siap perang, tapi juga siap untuk dialog,” tegas Araghchi. Ia bersumpah aparat keamanan akan memburu elemen asing yang mengobarkan demonstrasi. Lebih lanjut, ia mengklaim pihak berwenang memiliki bukti visual keterlibatan AS dan Israel dalam mendistribusikan senjata kepada pengunjuk rasa.

Mengenai pemadaman informasi, Araghchi menjanjikan layanan internet—yang mati total sejak Kamis—akan segera pulih.

Trump dan Opsi Militer

Di seberang samudra, Gedung Putih mengirim sinyal campuran. Presiden Trump menyatakan pada hari Minggu bahwa administrasinya sedang mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat”, termasuk potensi aksi militer. Namun, pada hari Senin, pejabat AS menekankan bahwa Trump lebih memilih jalur diplomasi meski siap menggunakan kekuatan jika perlu.

Menariknya, Trump mengklaim Iran kini sedang berusaha bernegosiasi dengan Washington pasca-ancaman pembalasan AS. Teheran belum memberikan komentar langsung terkait klaim negosiasi ini.

Baca Juga :  Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23

Perang Angka Korban Jiwa

Kabut perang informasi membuat verifikasi korban menjadi sulit. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan setidaknya 111 anggota pasukan keamanan Iran tewas. Sebaliknya, angka korban dari pihak demonstran tidak dirilis resmi. Kelompok hak asasi manusia di luar Iran memperkirakan sekitar 600 pengunjuk rasa telah tewas, sebuah angka yang mengerikan namun sulit diverifikasi secara independen.

Eropa Siapkan Sanksi Baru

Dunia internasional bereaksi keras terhadap penumpasan ini. Uni Eropa pada hari Senin menyatakan sedang mempertimbangkan sanksi tambahan.

“Kami terkejut dengan laporan korban jiwa… Kami siap mengusulkan sanksi baru yang lebih berat,” ujar juru bicara Urusan Luar Negeri UE, Anouar El Anouni. Tindakan konkret juga diambil oleh Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola yang melarang diplomat Iran memasuki gedung parlemen.

Sebagai respons, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil utusan Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia. Teheran memprotes dukungan negara-negara tersebut terhadap protes dan menyajikan “bukti video” tindakan kekerasan perusuh, mendesak Eropa menarik kembali pernyataan dukungan mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:10 WIB

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:42 WIB

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Berita Terbaru

Bara protes di Swiss. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Jenewa guna menolak pelaksanaan KTT G7 Evian di tengah eskalasi konflik energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Jun 2026 - 10:37 WIB

Panggung tidak biasa di Washington. Presiden Donald Trump merayakan hari ulang tahunnya yang ke-80 dengan menggelar ajang tarung bebas UFC langsung di halaman belakang Gedung Putih. Dok: (AP Photo/Rahmat Gul)

INTERNASIONAL

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Selasa, 16 Jun 2026 - 09:10 WIB

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Selasa, 16 Jun 2026 - 08:42 WIB