JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi kembali memanas. Pengacara Refly Harun mengungkap pengakuan mengejutkan terkait Eggi Sudjana.
Ia menyebut Eggi sempat menerima tawaran proyek bernilai triliunan rupiah dari kubu Joko Widodo dengan syarat tertentu.
Refly Harun, yang juga dikenal sebagai pengacara Trio RRT bersama Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Dokter Tifa, menyampaikan hal itu dalam program Rakyat Bersuara di salah satu stasiun televisi nasional, Selasa (13/1/2026).
Dalam acara tersebut, Refly membacakan percakapan antara Eggi Sudjana dan Benny Parapat. Percakapan itu mengulas latar belakang pertemuan Eggi dengan Jokowi yang terjadi beberapa bulan sebelumnya.
Menurut isi pesan yang dibacakan Refly, Eggi Sudjana mendatangi Jokowi atas undangan langsung. Pertemuan tersebut disebut berlangsung atas permintaan Jokowi sendiri.
Lebih lanjut, percakapan itu mengungkap adanya tawaran fasilitas istimewa kepada Eggi Sudjana. Tawaran tersebut mencakup perjalanan ke luar negeri hingga jaminan proyek dengan nilai fantastis.
Refly menyebut Eggi bahkan dijanjikan proyek triliunan rupiah melalui mekanisme perbankan resmi. Dalam pesan itu ditegaskan dana proyek disebut sudah siap direalisasikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, tawaran perjalanan luar negeri dan proyek besar tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma.
Eggi Sudjana disebut diminta memenuhi satu syarat utama agar kesepakatan dapat terwujud.
Syarat tersebut, menurut isi percakapan, adalah kesediaan Eggi Sudjana untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi.
Refly Harun menegaskan Eggi Sudjana menolak syarat itu. Eggi disebut memilih menolak tawaran tersebut meski dijanjikan proyek bernilai triliunan rupiah, sehingga kesepakatan akhirnya batal.
Pernyataan Refly Harun ini langsung menjadi sorotan publik setelah disampaikan secara terbuka di televisi nasional dan memicu perbincangan luas di media sosial.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan





















