BEIJING/BRUSSELS, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia akhirnya mereda. China dan Uni Eropa secara bersamaan mengumumkan hasil positif dalam kasus anti-subsidi Uni Eropa terhadap kendaraan listrik baterai (BEV) buatan China.
Juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, menyampaikan kabar baik tersebut dalam konferensi pers hari Kamis (15/1). Ia mengonfirmasi bahwa setelah melalui putaran diskusi yang intensif, kedua belah pihak mencapai titik temu pada 12 Januari lalu.
Pengumuman ini langsung menarik perhatian domestik dan internasional dari berbagai sektor, meredakan kekhawatiran akan terjadinya perang tarif yang lebih luas.
Industri Sambut “Pendaratan Lunak”
He Yongqian mengungkapkan bahwa industri di China maupun Uni Eropa “sangat menyambut dan mendukung penuh” hasil negosiasi ini. Mereka percaya bahwa penyelesaian kasus kendaraan listrik ini merupakan sebuah “soft landing” atau pendaratan lunak yang menyelamatkan kedua pihak dari benturan keras.
Kesepakatan ini diprediksi akan meningkatkan kepercayaan pasar secara signifikan. Selain itu, langkah ini menyuntikkan momentum baru ke dalam kerja sama perdagangan dan investasi otomotif China-UE.
Beberapa politisi Uni Eropa bahkan menggambarkan ini sebagai langkah maju menuju pembentukan hubungan perdagangan China-UE yang berkelanjutan. Hal ini membuktikan bahwa kemitraan masih bisa menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan sengketa dagang yang rumit.
Pesan Kuat untuk Dunia
Lebih dari sekadar urusan mobil, resolusi ini memiliki implikasi geopolitik yang luas. He Yongqian menegaskan bahwa kemampuan China dan UE untuk menyelesaikan masalah ini sambil menjunjung tinggi rasa saling menghormati dan mematuhi kerangka kerja Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memiliki dampak positif yang signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Resolusi ini tidak hanya mendorong perkembangan yang sehat dari hubungan ekonomi China-UE dan stabilitas rantai pasok industri otomotif global.
“Ini mengirimkan pesan yang jelas dan kuat kepada dunia: China dan UE berkomitmen untuk bersama-sama menjunjung tinggi tatanan perdagangan internasional yang berbasis aturan,” tegas sang juru bicara.
Di tengah ketidakpastian global, langkah ini menjadi contoh positif bagi negara-negara lain. China dan UE menunjukkan bahwa perbedaan dapat diselesaikan melalui dialog dan konsultasi, bukan konfrontasi. Hal ini diharapkan dapat menyuntikkan lebih banyak kepastian dan energi positif ke dalam pembangunan ekonomi global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















