Penumpang Terakhir Turun di Tenerife Saat Kasus Virus Andes Bertambah

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyelidikan medis di Arad. Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) Rumania mengonfirmasi satu kasus hantavirus lokal, menegaskan bahwa strain yang ditemukan berbeda dari wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius. Dok: Istimewa.

Penyelidikan medis di Arad. Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) Rumania mengonfirmasi satu kasus hantavirus lokal, menegaskan bahwa strain yang ditemukan berbeda dari wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius. Dok: Istimewa.

TENERIFE, POSNEWS.CO.ID – Operasi kemanusiaan berskala internasional di atas kapal pesiar MV Hondius mencapai babak akhir. Enam penumpang terakhir bersama sejumlah kru resmi meninggalkan kapal di pelabuhan Granadilla de Abona, Tenerife, pada Senin siang waktu setempat.

Angin kencang sempat memaksa kapal ekspedisi kutub tersebut bersandar singkat guna memastikan proses disembarkasi berjalan aman. Penumpang terakhir yang turun meliputi empat warga Australia, satu warga Inggris yang menetap di Australia, serta seorang warga Selandia Baru. Mereka segera terbang menuju Belanda untuk menjalani isolasi ketat.

Apresiasi Kapten dan Statistik Repatriasi

Kapten kapal asal Belanda, Jan Dobrogowski, memberikan penghormatan tinggi kepada seluruh penumpang dan kru. Melalui rekaman video di situs resmi Oceanwide Expeditions, Dobrogowski memuji disiplin dan kesabaran luar biasa yang mereka tunjukkan selama beberapa minggu yang sangat menantang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak bisa membayangkan berlayar dalam situasi seperti ini dengan kelompok orang yang lebih baik,” ujar Dobrogowski emosional. Penurunan penumpang ini menutup operasi kompleks yang telah memulangkan total 94 orang ke negara masing-masing. Perjalanan panjang ini berakhir 41 hari setelah MV Hondius bertolak dari Argentina dan sembilan hari sejak hasil tes positif pertama terungkap.

Baca Juga :  Junta Cari Legitimasi di Tengah Perang, PBB dan Barat Sebut Palsu

Kondisi Pasien: Warga Prancis Kritis, Amerika Terpapar Ringan

Di balik selesainya evakuasi, kekhawatiran medis justru meningkat. Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, melaporkan bahwa kondisi seorang penumpang wanita asal Prancis yang mengidap virus Andes terus memburuk di rumah sakit.

Sementara itu, Departemen Kesehatan AS melaporkan satu dari 17 warga Amerika yang kembali ke tanah air menunjukkan hasil tes positif ringan dalam pemeriksaan awal. Namun demikian, hasil tes lanjutan di laboratorium berbeda masih belum konklusif. Satu warga Amerika lainnya juga menunjukkan gejala ringan dan kini berada dalam pengawasan medis di Nebraska.

Respon Donald Trump: “Penyakit yang Sulit Menular”

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan penilaian positif terhadap langkah-langkah penanganan pemerintahannya. Berbicara di Gedung Putih pada Senin sore, Trump berusaha meredam kepanikan publik terkait ancaman hantavirus.

“Ini tampak seperti penyakit yang sudah ada di sekitar kita dalam skala kecil untuk waktu yang lama. Bukan hal yang menyenangkan untuk tertular karena penyakit ini sangat parah, tetapi sangat sulit untuk menular (antarmanusia),” tegas Trump di hadapan wartawan.

Baca Juga :  Didukung Trump, Nasry Asfura Menang Tipis di Honduras di Tengah Tudingan Curang

Penjelasan Medis: Risiko Rendah bagi Publik

Hingga Senin malam, data WHO mencatat rincian sebagai berikut:

  • Kasus terkonfirmasi: 7 orang (termasuk kasus baru dari Prancis).
  • Kasus Suspek: 2 orang (satu tewas di Tristan da Cunha, satu lainnya belum menjalani tes).
  • Korban Meninggal: 3 orang (pasangan Belanda dan seorang warga Jerman).

Otoritas kesehatan menekankan bahwa virus Andes tidak menyebar dengan mudah seperti influenza atau COVID-19. Gianfranco Spiteri dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) meminta masyarakat untuk tetap tenang. “Kami mengenal virus ini. Kami tahu cara mencegah penularan lebih lanjut. Kita tidak sedang menghadapi pandemi baru,” ujar Spiteri.

Kapal MV Hondius kini melanjutkan pelayarannya menuju Belanda dengan membawa 26 awak kapal yang tersisa. Setibanya di sana, kapal tersebut akan menjalani proses disinfeksi total sebelum kembali beroperasi.

Singkatnya, keberhasilan proses evakuasi di Tenerife membuktikan ketangguhan koordinasi antara Spanyol, Belanda, dan WHO di tahun 2026. Meskipun luka akibat kematian tiga penumpang masih terasa, penghentian rantai penularan di atas kapal menjadi prioritas utama guna mengamankan industri pariwisata maritim global di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru