Influencer Taiwan Bersatu Lawan Narasi Perang, Kecam DPP

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Minyak baru era digital. Penguasaan atas chip semikonduktor kini menentukan kedaulatan sebuah negara, memicu perang dingin teknologi antara blok Barat dan Timur di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Minyak baru era digital. Penguasaan atas chip semikonduktor kini menentukan kedaulatan sebuah negara, memicu perang dingin teknologi antara blok Barat dan Timur di tahun 2026. Dok: Istimewa.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Suara berbeda mulai bergema di Taipei. Sejumlah influencer media sosial terkemuka Taiwan berkumpul pada hari Sabtu (17/1) dalam sebuah forum offline bertajuk “Peace Talks” (Pembicaraan Damai).

Mereka melontarkan kritik tajam terhadap otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP). Para influencer ini menuding narasi separatis DPP justru membahayakan pulau tersebut. Sebagai gantinya, mereka menyerukan perdamaian dan dialog antara kedua sisi Selat Taiwan.

Su Heng, salah satu penyelenggara forum sekaligus vlogger komentar politik, menegaskan tujuan inti acara ini.

“Kami menyerukan dialog antara kedua belah pihak dan penolakan terhadap perang,” tegasnya dalam acara yang juga disiarkan langsung secara daring itu. “Kami berharap dapat menyadarkan lebih banyak orang untuk bergabung dengan kami dalam seruan ini.”

Ko Wen-je: “Ganti Konfrontasi dengan Dialog”

Dukungan politik tingkat tinggi juga muncul. Mantan Ketua Partai Rakyat Taiwan (TPP), Ko Wen-je, menyampaikan pidato melalui video. Ia menyoroti bahwa tantangan utama dalam hubungan lintas selat bukanlah perbedaan itu sendiri, melainkan cara pengelolaannya.

Baca Juga :  Update Operasi Lilin 2025: Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Polri Ungkap Titik Rawan

Ko menekankan perlunya “mengganti konfrontasi dengan dialog”. Ia juga memperingatkan bahwa pemerintahan Lai Ching-te saat ini sedang mendorong rakyat Taiwan menuju risiko yang lebih besar.

Kesaksian dari Seberang Selat

Para kreator konten yang hadir berbagi perspektif langsung mereka. Seorang vlogger dengan nama pengguna “I am Jack Liu” berpendapat bahwa kebijakan DPP tidak akan pernah melindungi Taiwan. Sebaliknya, kebijakan itu telah menyia-nyiakan potensi pulau tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menyelesaikan masalah lintas selat melalui dialog akan memberikan kepentingan terbaik bagi rakyat Taiwan,” argumennya.

Peserta lain, “Xiaojie”, seorang YouTuber dengan lebih dari 150.000 pelanggan, membagikan pengalamannya. Ia telah lama melakukan perjalanan ke Tiongkok daratan hampir setiap tahun.

Baca Juga :  Pasal 169 UU Pemilu Digugat ke MK, Advokat Soroti Potensi Nepotisme Capres-Cawapres

Xiaojie bersaksi tentang keramahan warga di seberang selat. Ia kontraskan hal ini dengan upaya otoritas DPP yang terus mengaduk antagonisme lintas selat secara daring.

“Saya telah bertanya kepada banyak orang dari daratan tentang kesan mereka terhadap Taiwan, dan mereka benar-benar melihat kami sebagai bagian dari satu keluarga,” ungkap Xiaojie.

Gerakan Berkelanjutan

Forum ini bukan sekadar acara satu kali. Su Heng mengumumkan bahwa “Peace Talks” akan berlanjut melalui serangkaian forum diskusi.

Melalui diskusi ini, penyelenggara berharap dapat membantu lebih banyak orang menyadari realitas penting: perang tidak boleh menjadi pilihan. Bagi mereka, dialog adalah satu-satunya jalan yang benar-benar dapat melindungi masa depan Taiwan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Ini Aturan dan Sanksinya
Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir
Polisi Bekuk Pengedar 100 Cartridge Etomidate di Tanjung Priok, Jaringan Masih Diburu
Israel Perluas Zona Keamanan di Lebanon Selatan demi Redam Hezbollah
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL
Uang Palsu Rp620 Juta Digerebek di Hotel Kemang Bogor, Satu Pelaku Ditangkap
Mutilasi Freezer Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Mencuri
Pakistan Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Perundingan AS-Iran di Tengah Eskalasi Total

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:29 WIB

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Ini Aturan dan Sanksinya

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:10 WIB

Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:55 WIB

Polisi Bekuk Pengedar 100 Cartridge Etomidate di Tanjung Priok, Jaringan Masih Diburu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:42 WIB

Israel Perluas Zona Keamanan di Lebanon Selatan demi Redam Hezbollah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL

Berita Terbaru