Netanyahu Putar Haluan: Terima Undangan Trump

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ko-pilot FlyDubai berusaha menjatuhkan pesawat rute Dubai-Tel Aviv usai mengalami radikalisasi sebelum penumpang melumpuhkannya. Dok: Istimewa.

Ko-pilot FlyDubai berusaha menjatuhkan pesawat rute Dubai-Tel Aviv usai mengalami radikalisasi sebelum penumpang melumpuhkannya. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan manuver diplomatik tajam pada hari Rabu (21/1). Ia mengumumkan secara resmi bahwa ia telah menerima undangan dari Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dengan “Dewan Perdamaian” (Board of Peace) untuk Gaza.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Netanyahu mengonfirmasi kesediaannya. Ia setuju untuk bergabung dengan dewan yang menurutnya akan terdiri dari para pemimpin dunia tersebut. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai peran spesifik Israel di dalamnya.

Pengumuman ini menandai perubahan sikap yang drastis. Hanya beberapa hari sebelumnya, kantor Netanyahu menyuarakan nada sumbang.

Dari Penolakan ke Penerimaan

Awalnya, Israel menentang komposisi dewan yang Trump luncurkan sebagai bagian dari rencana besarnya untuk mengakhiri perang Gaza.

Saat itu, kantor Perdana Menteri mengeluarkan pernyataan keras. Mereka mengeluh bahwa Trump mengumumkan pembentukan dewan tersebut tanpa koordinasi dengan Israel. Lebih jauh lagi, mereka menilai inisiatif itu bertentangan dengan kebijakan Israel.

Namun, angin politik berubah cepat. Penerimaan Netanyahu kini menimbulkan spekulasi mengenai kesepakatan di balik layar antara Washington dan Yerusalem.

Mandat yang Meluas dan Penolakan Italia

Struktur dan tujuan dewan ini pun tampaknya berevolusi. Awalnya, publik mengira mandat dewan hanya sebatas mengawasi rekonstruksi Gaza. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa wewenangnya kini tampaknya membentang melampaui wilayah Palestina tersebut.

Baca Juga :  Dilema Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Target Net-Zero

Trump menyebar jaring lebar. Netanyahu hanyalah satu dari sekian banyak pemimpin dunia yang menerima undangan “tiket emas” ini. Namun, respons global ternyata beragam.

Hanya sedikit pemimpin yang menerima undangan tersebut tanpa syarat. Di sisi lain, resistensi tetap ada. Laporan menyebutkan bahwa Italia telah memutuskan untuk tidak bergabung dengan inisiatif tersebut, menyusul skeptisisme dari beberapa pemimpin Eropa lainnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional
Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu
Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 November 2026 - 06:08 WIB

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas

Kamis, 5 November 2026 - 15:00 WIB

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 Nov 2026 - 09:05 WIB

Donald Trump memuji kemenangan Demokrat pada Pemilu Sela 2026 dan menyalahkan isu perang Iran. Simak ulasan pengakuan Trump dan reaksi Gedung Putih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:30 WIB

Partai Demokrat sukses menguasai Kongres AS pada Pemilu Sela 2026. Simak ulasan kemenangan Senat, hasil pemilihan gubernur, serta respons Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:26 WIB