Mensesneg: Banjir Jabodetabek Akibat Tata Ruang Rusak dan Penyusutan Situ Tinggal 200 Lokasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, banjir Jabodetabek tidak semata dipicu hujan deras.

Pemerintah menilai kerusakan lingkungan dan perubahan tata ruang ikut memperparah bencana yang terus berulang.

Menurut Prasetyo, intensitas hujan tinggi pada puncak musim hujan akhir Januari memang berpengaruh.

Namun, banjir kian parah karena alih fungsi lahan, pendangkalan sungai, dan tata ruang yang tak terkendali.

“Curah hujan hanya salah satu faktor. Perubahan tata ruang dan pendangkalan daerah aliran sungai jelas memperbesar dampaknya,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga :  Banjir Jakarta 17 April 2026, 21 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung

Lebih jauh, Prasetyo mengungkap menyusutnya situ, danau, dan telaga di Jabodetabek ikut melemahkan daya tampung air.

Data pemerintah mencatat, wilayah ini dulunya memiliki sekitar 1.000 situ, namun kini tersisa sekitar 200 lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berkurangnya situ ini jelas menghilangkan fungsi alami penahan banjir. Ini masalah serius,” tegasnya.

Baca Juga :  Banjir Rendam 33 Jalan di Jakarta, Ketinggian Air Capai 95 Cm - Jakarta Selatan dan Utara Terparah

Merespons kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan pembentukan tim lintas kementerian untuk mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.

Pemerintah melibatkan Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian PUPR, ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, hingga Kemendagri guna menangani persoalan dari hulu ke hilir.

Prasetyo menegaskan, banjir Jabodetabek merupakan masalah lintas provinsi yang tak bisa diselesaikan secara parsial.

Pemerintah menargetkan solusi menyeluruh agar bencana banjir tidak terus berulang di masa mendatang. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB