LONDON, POSNEWS.CO.ID – Pasukan Komando Marinir Inggris menaiki dan menahan kapal tanker minyak Rusia Smyrtos di Selat Inggris hari Minggu kemarin. Langkah berani ini menjadi bagian dari operasi militer perdana Inggris untuk mengganggu jalur keuangan perang Kremlin.
Smyrtos berlayar menggunakan bendera Kamerun saat melintasi wilayah perairan tersebut. Untuk mengamankan kapal, Angkatan Laut Inggris mengerahkan helikopter Chinook, kapal fregat, serta kapal penyapu ranjau khusus.
Aksi Meluncur Tanpa Perlawanan
Sementara itu, Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan keberhasilan operasi penahanan kapal tersebut melalui akun media sosial pribadinya. Ia menilai tindakan tegas ini memberikan pesan kuat bagi para pendukung perang Vladimir Putin di Ukraina.
Rekaman video resmi menunjukkan aksi dramatis pasukan komando yang meluncur menggunakan tali dari helikopter ke atas kapal. Selanjutnya, petugas Badan Kejahatan Nasional (NCA) segera melakukan pemeriksaan dokumen pelayaran di dalam kabin kemudi.
Komandan Marinir Letnan Kolonel Tom Quinn memastikan proses pengambilalihan kemudi berjalan dengan sangat aman. Sebab, kru kapal bersikap kooperatif dan tidak menunjukkan perlawanan fisik sedikit pun terhadap petugas.
Desakan Penyitaan Minyak dari Kyiv
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas tindakan tegas militer Inggris tersebut. Namun, ia juga mendesak Uni Eropa untuk segera menyusun regulasi hukum baru yang jauh lebih keras.
Menurutnya, negara-negara Barat harus menyita seluruh muatan minyak mentah dari kapal-kapal bayangan Rusia tersebut. Sebab, penjualan energi ilegal ini merupakan urat nadi utama bagi kelangsungan mesin perang Rusia.
Pemerintah Inggris saat ini menahan kapal tanker Smyrtos di lepas pantai selatan Inggris guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Dalam hal ini, militer Inggris melakukan koordinasi taktis yang sangat erat bersama pasukan keamanan maritim Prancis.
Tantangan Domestik Keir Starmer
Meskipun begitu, operasi militer ini bergulir di tengah guncangan politik domestik yang menimpa Perdana Menteri Keir Starmer. Sebab, Starmer baru saja kehilangan Menteri Pertahanan akibat sengketa anggaran militer nasional pekan lalu.
Starmer sebenarnya telah menandatangani izin penahanan kapal ilegal Rusia sejak bulan Maret kemarin. Namun, analisis data menunjukkan kebijakan tersebut belum mampu menekan jumlah pelayaran kapal bayangan secara signifikan.
Hingga saat ini, Kedutaan Besar Rusia di London memilih bungkam dan menolak memberikan tanggapan resmi mengenai insiden tersebut.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa













