Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penertiban armada bayangan Rusia. Pasukan Komando Marinir Inggris menggelar operasi boarding untuk menahan tanker minyak Smyrtos di Selat Inggris. Dok: UK MOD Crown/LPhot Hutchins/Handout via REUTERS

Penertiban armada bayangan Rusia. Pasukan Komando Marinir Inggris menggelar operasi boarding untuk menahan tanker minyak Smyrtos di Selat Inggris. Dok: UK MOD Crown/LPhot Hutchins/Handout via REUTERS

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Pasukan Komando Marinir Inggris menaiki dan menahan kapal tanker minyak Rusia Smyrtos di Selat Inggris hari Minggu kemarin. Langkah berani ini menjadi bagian dari operasi militer perdana Inggris untuk mengganggu jalur keuangan perang Kremlin.

Smyrtos berlayar menggunakan bendera Kamerun saat melintasi wilayah perairan tersebut. Untuk mengamankan kapal, Angkatan Laut Inggris mengerahkan helikopter Chinook, kapal fregat, serta kapal penyapu ranjau khusus.

Aksi Meluncur Tanpa Perlawanan

Sementara itu, Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan keberhasilan operasi penahanan kapal tersebut melalui akun media sosial pribadinya. Ia menilai tindakan tegas ini memberikan pesan kuat bagi para pendukung perang Vladimir Putin di Ukraina.

Rekaman video resmi menunjukkan aksi dramatis pasukan komando yang meluncur menggunakan tali dari helikopter ke atas kapal. Selanjutnya, petugas Badan Kejahatan Nasional (NCA) segera melakukan pemeriksaan dokumen pelayaran di dalam kabin kemudi.

Komandan Marinir Letnan Kolonel Tom Quinn memastikan proses pengambilalihan kemudi berjalan dengan sangat aman. Sebab, kru kapal bersikap kooperatif dan tidak menunjukkan perlawanan fisik sedikit pun terhadap petugas.

Desakan Penyitaan Minyak dari Kyiv

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas tindakan tegas militer Inggris tersebut. Namun, ia juga mendesak Uni Eropa untuk segera menyusun regulasi hukum baru yang jauh lebih keras.

Menurutnya, negara-negara Barat harus menyita seluruh muatan minyak mentah dari kapal-kapal bayangan Rusia tersebut. Sebab, penjualan energi ilegal ini merupakan urat nadi utama bagi kelangsungan mesin perang Rusia.

Baca Juga :  Mengapa Bahasa Slang Cepat Mati?

Pemerintah Inggris saat ini menahan kapal tanker Smyrtos di lepas pantai selatan Inggris guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Dalam hal ini, militer Inggris melakukan koordinasi taktis yang sangat erat bersama pasukan keamanan maritim Prancis.

Tantangan Domestik Keir Starmer

Meskipun begitu, operasi militer ini bergulir di tengah guncangan politik domestik yang menimpa Perdana Menteri Keir Starmer. Sebab, Starmer baru saja kehilangan Menteri Pertahanan akibat sengketa anggaran militer nasional pekan lalu.

Starmer sebenarnya telah menandatangani izin penahanan kapal ilegal Rusia sejak bulan Maret kemarin. Namun, analisis data menunjukkan kebijakan tersebut belum mampu menekan jumlah pelayaran kapal bayangan secara signifikan.

Hingga saat ini, Kedutaan Besar Rusia di London memilih bungkam dan menolak memberikan tanggapan resmi mengenai insiden tersebut.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB