Pertaruhan Politik: PM Jepang Sanae Takaichi Sumpah Mundur

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Suhu politik di Tokyo mendidih. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, melempar pertaruhan terbesar dalam karier politiknya pada hari Senin (26/1). Ia menyatakan secara terbuka bahwa ia akan mundur segera. Langkah ini akan ia ambil jika blok penguasa gagal mengamankan mayoritas dalam pemilihan umum Majelis Rendah mendatang.

Takaichi menyampaikan pernyataan dramatis ini dalam debat pemimpin partai yang panas. Sebagai presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, ia menegaskan satu hal. Baginya, kekalahan elektoral akan melumpuhkan legitimasinya.

“Kekalahan elektoral akan membuat saya tidak dapat melanjutkan sebagai perdana menteri,” tegasnya di hadapan lawan-lawan politiknya. “Saya juga tidak akan bisa mendorong agenda kebijakan saya.”

Definisi “Kekalahan” Takaichi

Selanjutnya, panelis mendesaknya untuk mengklarifikasi maksud dari “kekalahan”. Takaichi tidak berkelit. Ia menetapkan garis merah yang jelas. Ia berjanji akan mengundurkan diri seketika jika aliansi penguasa gagal memenangkan lebih dari setengah kursi di majelis rendah. Aliansi ini terdiri dari LDP dan Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party).

Baca Juga :  Meksiko Protes Kematian Ke-14 Warganya dalam Tahanan ICE AS

Debat tersebut mempertemukan para petinggi politik Jepang. Fumitake Fujita, perwakilan bersama Partai Inovasi Jepang, turut hadir di sana. Selain itu, tokoh oposisi utama seperti Yoshihiko Noda juga menampakkan diri. Noda adalah pemimpin bersama Aliansi Reformasi Sentris. Yuichiro Tamaki, kepala Partai Demokrat untuk Rakyat, juga ikut serta dalam debat.

Kampanye Kilat 16 Hari

Pertaruhan ini terjadi dalam konteks waktu yang sangat sempit. Sebelumnya, Majelis Rendah telah resmi bubar pada 23 Januari. Pembubaran ini terjadi tepat di awal sesi parlemen biasa. Akibatnya, pemerintah menjadwalkan pemilihan umum pada 8 Februari.

Baca Juga :  Pemberangkatan Haji 2026: Jadwal 22 April Tak Berubah Meski Konflik AS-Iran Memanas

Sementara itu, kampanye resmi baru akan bermula pada hari Selasa (27/1). Jadwal yang sangat padat ini menciptakan periode kampanye singkat. Kampanye hanya akan berlangsung selama 16 hari. Catatan sejarah menunjukkan ini sebagai periode kampanye terpendek di Jepang pasca-perang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, bagi Takaichi, ini adalah lari sprint yang menentukan nasib. Di sisi lain, oposisi mulai bersatu di bawah bendera “Aliansi Reformasi Sentris”. Janji pengunduran diri ini bisa menjadi motivasi kuat bagi basis pendukungnya. Namun, langkah ini juga bisa menjadi senjata makan tuan jika publik Jepang menginginkan perubahan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar £25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB