Xi Jinping Surati Veteran Perang Zimbabwe

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING/HARARE, POSNEWS.CO.ID – Sebuah surat istimewa melintasi benua pada hari Rabu (28/1). Presiden China, Xi Jinping, secara pribadi membalas surat dari para veteran perang pembebasan nasional Zimbabwe.

Balasan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan penegasan ikatan emosional yang telah terjalin puluhan tahun. Xi mengenang masa muda para veteran tersebut dengan penuh hormat.

“Di masa muda, kalian mengabdikan diri pada tujuan besar pembebasan nasional, meninggalkan tanah air, dan menjalin persahabatan serta kawan seperjuangan yang mendalam dengan China dalam perjuangan tersebut,” tulis Xi.

Ia mengaku sangat tersentuh melihat komitmen mereka yang tak luntur terhadap persahabatan China-Zimbabwe dan China-Afrika hingga hari ini.

70 Tahun “Kawan yang Baik”

Xi menggunakan momen ini untuk menyoroti tonggak sejarah penting. Tahun 2026 menandai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara China dan negara-negara Afrika, sekaligus “Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-Afrika”.

Baca Juga :  Trump Ancam Tarif 5% Jika Meksiko Tak Segera Buka Keran ke Texas

Selama tujuh dekade terakhir, Xi menegaskan bahwa China selalu memosisikan diri sebagai “kawan dan mitra yang baik” dalam upaya Afrika mencari pembebasan nasional, pembangunan, dan peremajaan.

“China dan teman-teman Afrikanya telah saling menghormati dan mendukung, melewati masa-masa sulit bersama, dan bersama-sama memulai perjalanan baru menuju modernisasi,” catat Xi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semangat Naga dan Kuda

Menjelang Tahun Baru Imlek yang akan datang (Tahun Kuda), Xi menyisipkan simbolisme budaya yang kuat. Ia berharap China dan Afrika akan meneruskan “semangat tak kenal lelah” yang disimbolkan oleh naga dan kuda.

Baca Juga :  Dunia Ide Plato: Apakah Realitas yang Kita Lihat Hanyalah Bayangan?

Tujuannya jelas: membangun komunitas China-Afrika “segala cuaca” (all-weather community) dengan masa depan bersama untuk era baru.

Xi juga menyatakan kesiapan China untuk menggunakan implementasi hasil KTT Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC) di Beijing sebagai peluang mempererat persahabatan tradisional. Ia berharap para veteran dapat menginspirasi lebih banyak pemuda Afrika untuk mengabdikan diri pada hubungan bilateral ini.

Sebelumnya, para veteran Zimbabwe menulis surat kepada Xi. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan berharga China selama perang kemerdekaan Zimbabwe melawan kolonialisme. Mereka juga memuji kepemimpinan Xi dan jalur modernisasi China yang menawarkan wawasan berharga bagi negara-negara berkembang lainnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik
Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan
Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun
Banjir Jakarta 1 Mei 2026: 31 RT Terendam, Air Capai 130 Cm Usai Hujan Deras
Prabowo Tiba di Monas Naik Maung, Joget Bareng Buruh di May Day 2026
Diplomasi Beijing-Brussel: China Ajak Belgia Redam Ketegangan Dagang

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:50 WIB

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:44 WIB

Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:49 WIB

Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:35 WIB

Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun

Berita Terbaru

Pusat gravitasi perdagangan dunia memanas. Amerika Serikat menuduh China melakukan intimidasi maritim di Panama, memicu perang urat saraf terkait sejarah kolonialisme dan kendali atas Terusan Panama yang strategis. Dok: AP Photo/Matias Delacroix

INTERNASIONAL

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB