Bukan Lagi PDB, Dunia Kini Melirik Indeks Kebahagiaan

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Uang tidak menjamin senyuman. Studi terbaru mengungkap paradoks kekayaan, rahasia umur panjang, dan mengapa hidup justru terasa lebih indah setelah usia 46 tahun. Dok: Unsplash/Count Chris.

Ilustrasi, Uang tidak menjamin senyuman. Studi terbaru mengungkap paradoks kekayaan, rahasia umur panjang, dan mengapa hidup justru terasa lebih indah setelah usia 46 tahun. Dok: Unsplash/Count Chris.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Selama puluhan tahun, dunia terobsesi pada satu angka: Produk Domestik Bruto (PDB). Ekonom meyakini bahwa semakin kaya sebuah negara, semakin bahagia warganya. Namun, paradigma itu kini bergeser.

Para ahli ekonomi mulai menilai negara dengan kriteria yang lebih manusiawi: seberapa layak huni kotanya? Seberapa bersih pemerintahannya? Dan yang paling penting: seberapa bahagia rakyatnya?

Di samping Indeks Pembangunan Manusia (HDI), ukuran yang lebih terfokus bernama Indeks Kebahagiaan Manusia (Human Happiness Index atau HHI) kini makin populer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belajar dari Bhutan

Gerakan ini tidak bermula di Wall Street, melainkan di Himalaya. Pada 2008, Bhutan mengembangkan indeks “Kebahagiaan Nasional Bruto” untuk memandu kebijakannya.

Logikanya sederhana namun revolusioner. Jika warga cemas soal kenaikan harga BBM, pemerintah mensubsidinya bukan hanya demi politik, tetapi karena warga yang bebas dari kecemasan akan lebih produktif. Presiden Prancis bahkan mengundang ekonom peraih Nobel, Amartya Sen dan Joseph Stiglitz, untuk merancang indeks serupa, langkah yang kemudian Inggris ikuti.

Baca Juga :  Jambret Gereja Kelapa Gading Terbongkar, Eksekutor Ditembak Saat Melawan Polisi

Paradoks Kekayaan: Denmark vs Hong Kong

Data HHI mengungkap fakta mengejutkan: Kaya belum tentu bahagia.

Ambil contoh Denmark dan Hong Kong. Warga kedua wilayah ini memiliki daya beli yang hampir identik. Namun, dalam skala 1-10, warga Hong Kong konsisten menilai kebahagiaan mereka di angka 5,5. Bandingkan dengan warga Denmark yang bertengger di angka 8.

Pola serupa terlihat di Amerika Latin. Meski pendapatan mereka setara dengan negara bekas Uni Soviet seperti Ukraina, orang Latin jauh lebih sehat, panjang umur, ve ceria. Ternyata, budaya memegang peran kunci. Budaya yang lebih terbuka (extroverted) cenderung menghasilkan manusia yang lebih bahagia.

Titik Balik Usia 46

Temuan paling signifikan adalah hubungan antara usia dan kebahagiaan. Meski tubuh menua dan uang mungkin menipis, orang tua ternyata lebih stabil, tidak cemas, dan tidak mudah marah.

Konsensus global menunjukkan tingkat bunuh diri memuncak di usia awal 40-an (wanita) dan 50-an (pria). Namun, sebuah survei di 72 negara menemukan “angka ajaib”: 46 tahun. Setelah melewati usia rata-rata ini, hidup menjadi lebih mudah dan bahagia.

Baca Juga :  Rudal Balistik Jadi Andalan Terakhir Putin: Zelenskyy Desak Trump

Mengapa? Karena setelah paruh baya, ambisi manusia menjadi realistis. Kita mulai menerima apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Kita mungkin tidak akan memenangkan Nobel Sastra, tapi juara lomba cerpen tingkat kecamatan pun sudah cukup memuaskan hati.

“Revolusi Uban”

Kabar baik ini berdampak besar pada kebijakan publik. Populasi negara maju makin menua, memicu kekhawatiran beban ekonomi.

Namun, data kebahagiaan ini menyarankan pemerintah untuk berpikir ulang. Lansia yang bahagia berpotensi lebih kapabel daripada anak muda yang stres. Hilangnya memori atau fisik yang melemah terbayar lunas oleh keceriaan mereka.

Artinya, usia pensiun bisa diperpanjang tanpa mengorbankan produktivitas. Seperti kata pepatah baru: Lebih baik bekerja dengan kolega beruban yang kompeten dan tersenyum, daripada anak muda rupawan yang menyimpan “massa ketidakpuasan” di balik wajahnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson
Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum
Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 November 2026 - 12:04 WIB

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 November 2026 - 10:30 WIB

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump membahas potensi kesepakatan perdagangan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:21 WIB

Polisi Israel membebaskan tersangka dugaan suap pemilih. Keputusan ini memukul telak manuver Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berusaha menolak hasil pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:11 WIB

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB