Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Densus 88 Ungkap Motif Siswa SMP Lempar Molotov, Terpapar Kekerasan dan Jadi Korban Bullying. (Posnews/Ist)

Densus 88 Ungkap Motif Siswa SMP Lempar Molotov, Terpapar Kekerasan dan Jadi Korban Bullying. (Posnews/Ist)

PONTIANAK, POSNEWS.CO.ID – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membongkar fakta mengejutkan di balik aksi kekerasan siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat.

Pelaku menyiapkan lima gas portabel dan enam bom molotov sebelum beraksi di lingkungan sekolah.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana menegaskan, pelaku secara sadar merakit dan membawa bahan berbahaya untuk melancarkan aksinya.

Pertama, pelaku memodifikasi lima gas portabel dengan menempelkan petasan paku dan pisau. Selanjutnya, pelaku menyimpan seluruh barang berbahaya itu di dalam tas bertuliskan nama-nama pelaku kekerasan dari luar negeri.

Selain itu, petugas menemukan enam botol berisi bahan bakar minyak lengkap dengan sumbu kain yang dirakit sebagai bom molotov, serta satu bilah pisau.

Baca Juga :  Jimly: Prabowo Sepakat Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

“Pelaku menyiapkan lima gas portabel, enam bom molotov, dan satu pisau,” ujar Mayndra, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan pemeriksaan mendalam, Densus 88 menyimpulkan pelaku terpapar ideologi kekerasan ekstrem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, pelaku juga aktif mengikuti True Crime Community (TCC) dan mengonsumsi konten kekerasan secara intens.

“Yang bersangkutan tertarik pada konten kekerasan dan tergabung dalam komunitas True Crime Community,” jelas Mayndra.

Di sisi lain, penyidik mengungkap latar belakang psikologis pelaku. Pelaku diketahui menjadi korban perundungan di sekolah dan menyimpan keinginan balas dendam terhadap teman-temannya.

Baca Juga :  Radioterapi Modern Jadi Harapan Baru Pasien Kanker Serviks, Deteksi Dini Kunci Kesembuhan

Selain itu, pelaku juga menghadapi masalah keluarga.

“Dorongan balas dendam itulah yang kemudian dilampiaskan melalui aksi kekerasan di sekolah,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi pelemparan bom molotov mengguncang lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 10.40 WIB.

Polisi langsung mengamankan pelaku yang merupakan siswa sekolah tersebut. Saat ini, aparat gabungan terus mendalami motif, jaringan, serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di dunia pendidikan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan
Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat
Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China
Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:23 WIB

Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:01 WIB

Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB