MILAN, POSNEWS.CO.ID – Tirai Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 resmi terbuka pada Jumat malam melalui sebuah upacara yang memukau. Acara ini mencatatkan sejarah sebagai pembukaan Olimpiade Musim Dingin pertama yang berlangsung di dua kota tuan rumah sekaligus.
Dengan format lokasi yang tersebar, panitia menyelenggarakan acara di Milan dan Cortina d’Ampezzo. Selain itu, para atlet memasuki arena dari empat titik berbeda, yaitu Milan, Cortina, Livigno, dan Predazzo. Langkah inovatif ini bertujuan untuk mengurangi beban perjalanan para atlet agar tetap dekat dengan zona kompetisi masing-masing.
Delegasi Tiongkok dan Tradisi Parade Atlet
Delegasi Tiongkok memasuki arena dengan penuh semangat di bawah pimpinan atlet seluncur indah Zhang Chutong dan Ning Zhongyan. Keduanya bertugas sebagai pembawa bendera bersama dalam parade negara-negara peserta yang berlangsung secara non-tradisional.
Yunani tetap memimpin prosesi sebagai delegasi pertama melalui format multi-situs yang terkoordinasi. Meskipun tersebar di beberapa lokasi, semangat Olimpiade tetap menyatukan ribuan atlet yang berbaris di Cortina dan Predazzo. Puncaknya, cincin Olimpiade yang bercahaya perlahan menyatu dan terpampang megah di atas Stadion San Siro, Milan.
Budaya Italia: Dari Gestur Tangan hingga Mode Kelas Dunia
Upacara pembukaan ini juga menjadi panggung bagi kekayaan budaya Italia. Salah satu momen paling berkesan adalah aksi komedi aktris Brenda Lodigiani. Ia berperan sebagai pembawa acara dengan mikrofon yang “rusak”, sehingga ia harus berkomunikasi menggunakan gestur tangan khas Italia.
Aksi tersebut mengundang gelak tawa penonton sekaligus merayakan simbol komunikasi ikonik negara tuan rumah. Selain itu, dunia mode internasional juga mewarnai prosesi bendera nasional. Para pembawa plakat mengenakan seragam rancangan desainer legendaris Giorgio Armani yang memadukan warna merah, putih, dan hijau dengan elemen busana pegunungan Alpen.
Harmoni Musik dan Cahaya Dua Kuali Api
Sektor musik menghadirkan perpaduan talenta internasional dan klasik. Diva pop Mariah Carey memukau penonton dengan membawakan lagu legendaris Italia “Nel blu, dipinto di blu” dalam balutan gaun karya Fausto Puglisi. Selanjutnya, pianis Tiongkok Lang Lang kembali tampil di panggung Olimpiade bersama penyanyi Cecilia Bartoli dan Paduan Suara Anak-anak La Scala.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai penutup yang dramatis, api Olimpiade menyalakan dua kuali secara bersamaan di lokasi berbeda. Kuali pertama menyala di Arco della Pace, Milan, sementara kuali kedua menyala di Piazza Angelo Dibona, Cortina. Desain kuali tersebut merujuk pada pola geometris karya Leonardo da Vinci yang mampu membuka dan menutup secara otomatis. Kedua kuali ini akan terus menyala dan dapat dikunjungi publik hingga kompetisi berakhir.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















