JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan proses normalisasi Sungai Ciliwung telah dimulai. Ia menyebut, pembebasan lahan kini hampir rampung dan dikebut bersama pemerintah pusat.
“Normalisasi Ciliwung sudah kita mulai. Pembebasan lahannya hampir selesai,” kata Pramono saat meninjau lokasi di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Pramono menjelaskan, terdapat 14 penetapan lokasi (penlok) yang telah ia tandatangani. Selanjutnya, proses pembebasan lahan akan disertai seremoni bersama Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, pada Jumat mendatang.
Pembuatan Tanggul Dilaksanakan Kementerian PU
Gubernur menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun tanggul di lokasi normalisasi. “Kami harap bulan Maret, tanggul mulai dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” ujarnya.
Sebelumnya, Pramono meninjau pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan kegiatan ini sesuai Surat Edaran Menteri PU Nomor SA 01-Mn/217 dan rencana aksi pengendalian banjir Sungai Ciliwung.
“Langkah ini merupakan upaya serius Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir, khususnya jangka menengah,” kata Pramono.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, normalisasi Kali Ciliwung sempat terhenti sejak 2017. Kini dilanjutkan karena sungai ini strategis dalam sistem pengendalian banjir Jakarta.
Sekitar 40 persen aliran sungai di Jakarta berada di kawasan Ciliwung, sehingga normalisasi sungai memiliki dampak signifikan terhadap pengendalian banjir.
Target Pembebasan Lahan hingga 2027
Di wilayah Cawang, pembebasan lahan mencakup 411 bidang dengan panjang sekitar 2.401 meter. Pada 2025, sebanyak 20 bidang (150 meter) telah dibebaskan. Tahun ini, targetnya 133 bidang (557 meter), sedangkan sisanya dijadwalkan selesai 2027.
Pramono menekankan, proses ini minim konflik dengan warga. Semua pembebasan dilakukan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air, sedangkan penilaian dilakukan BPN.
Pemprov juga menyediakan ganti rugi dan kesempatan bagi warga terdampak untuk menempati rumah susun milik pemerintah sesuai ketentuan.
“Hingga saat ini, tidak ada persoalan berarti di lapangan. Ini berkat koordinasi dan kerja sama yang baik,” jelasnya.
Progres Pembangunan Tanggul
Normalisasi Sungai Ciliwung terbagi dua segmen:
- Pintu Air Manggarai – Jalan MT Haryono: panjang sungai 7,01 km, tanggul direncanakan 14,99 km, realisasi 8,24 km.
- Jalan MT Haryono – Jalan TB Simatupang: panjang sungai 12,89 km, tanggul direncanakan 18,70 km, realisasi 8,90 km.
- Secara keseluruhan, dari total rencana 33,69 km tanggul, realisasi saat ini mencapai 17,14 km.
Pramono menegaskan, kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat memastikan normalisasi Ciliwung berjalan lancar, meningkatkan kapasitas sungai, dan memperkuat pengendalian banjir di Ibu Kota. (red)
Editor : Hadwan



















