Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hotman Paris Hutapea bertemu orangtua Fandi Ramadhan di Kelapa Gading. (Posnews/Ist)

Hotman Paris Hutapea bertemu orangtua Fandi Ramadhan di Kelapa Gading. (Posnews/Ist)

 

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Nirwana menangis saat menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026).

Ia meminta keadilan untuk putranya, Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) yang menghadapi tuntutan hukuman mati dalam kasus dugaan penyelundupan dua ton sabu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, Pengadilan Negeri Batam mengadili perkara tersebut. Jaksa menuntut Fandi dengan hukuman maksimal karena menduga ia terlibat jaringan narkoba internasional.

Ibu Fandi Tegaskan Anaknya Tak Tahu Isi 67 Kardus

Nirwana menegaskan Fandi tidak mengetahui isi 67 kardus di kapal yang belakangan disebut berisi sabu sekitar dua ton. Ia menjelaskan, aparat menangkap Fandi saat baru tiga hari berlayar.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta 23 Maret 2026: Mayoritas Berawan, Kepulauan Seribu Hujan Ringan

“Kalau dia tahu itu narkoba, mana mungkin dia ikut,” ucapnya.

Ia juga langsung memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto agar membebaskan anaknya dari ancaman hukuman mati. Menurutnya, Fandi menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya tidak ikhlas anak saya dihukum mati. Kalau perlu, saya yang ganti,” katanya sambil menangis.

Hotman Desak Jaksa Agung Evaluasi Tuntutan

Menanggapi perkara ini, Hotman Paris meminta Sanitiar Burhanuddin selaku Jaksa Agung menurunkan tim untuk mengeksaminasi surat tuntutan.

Ia menegaskan jaksa memiliki kewenangan mencabut tuntutan jika menemukan kejanggalan dalam proses hukum.

“Surat tuntutan bisa dicabut demi keadilan,” tegasnya.

Selain itu, ia mendesak majelis hakim PN Batam dan Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau mempertimbangkan fakta persidangan secara objektif.

Baca Juga :  Prabowo Minta Aparatur Bersih-Bersih, Korupsi Jadi Prioritas Pemerintah

Serukan Cegah Salah Vonis

Hotman juga meminta Presiden Prabowo mencegah potensi miscarriage of justice atau kesalahan peradilan.

Ia mengaku terpanggil mendampingi Nirwana setelah mendengar komitmen Presiden soal penegakan hukum yang adil.

Ia optimistis publik akan mendukung upaya penyelamatan Fandi dari vonis mati apabila pengadilan tidak menemukan bukti keterlibatan langsung dalam jaringan narkoba.

Kasus ABK yang menghadapi tuntutan hukuman mati dalam perkara dua ton sabu ini kini menyita perhatian nasional.

Publik menanti langkah aparat penegak hukum dan respons pemerintah demi menjamin keadilan serta perlindungan hak hidup terdakwa. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Awasi 3 Kasus Korupsi Kortastipidkor Polri, Pengambilalihan Perkara Masih Dikaji
Panja DPR Awasi Kasus Korupsi Batu Bara – ASABRI, Don Ritto dan Febrie Adriansyah Tersangka
KPK Tahan Bupati Sukoharjo, Dugaan Uang Setoran OPD Mengalir ke Rumah Pribadi
Jaringan Narkoba Katingan Digulung, 9 Tersangka Ditangkap, 3 Buronan Diburu
Siapa Rudi Margono? Jaksa Senior yang Kini Pimpin Sementara Jampidsus
Febrie Adriansyah Berpotensi Diperiksa, Polda Metro Dalami 3 Kasus Dugaan Korupsi
Psikotropika Disamarkan dalam Kopi dan Susu Cokelat, 2 WN China Dibekuk di Soetta
Polda Metro Dalami Asal 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar, Tersangka Baru Segera Diumumkan?

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:00 WIB

KPK Awasi 3 Kasus Korupsi Kortastipidkor Polri, Pengambilalihan Perkara Masih Dikaji

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:47 WIB

Panja DPR Awasi Kasus Korupsi Batu Bara – ASABRI, Don Ritto dan Febrie Adriansyah Tersangka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:38 WIB

KPK Tahan Bupati Sukoharjo, Dugaan Uang Setoran OPD Mengalir ke Rumah Pribadi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:18 WIB

Siapa Rudi Margono? Jaksa Senior yang Kini Pimpin Sementara Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:51 WIB

Febrie Adriansyah Berpotensi Diperiksa, Polda Metro Dalami 3 Kasus Dugaan Korupsi

Berita Terbaru

Sistematis dan mematikan. Rusia memaksa jutaan anak Ukraina mengikuti pelatihan militer di wilayah pendudukan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Sabtu, 11 Jul 2026 - 16:07 WIB

Langkah awal revolusi dunia tiga dimensi. Misi 45 detik

TEKNOLOGI

Misi Klasik Bomb Da Base Act II Berhasil Mengubah Industri Game

Sabtu, 11 Jul 2026 - 15:32 WIB