Prabowo Sentil Perencanaan IKN, Panas Ekstrem dan Karhutla Mengintai

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memberi koreksi keras terhadap desain dan fungsi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Koreksi ini sekaligus menegaskan bahwa perencanaan awal IKN dinilai belum matang dalam mengantisipasi risiko iklim dan bencana lingkungan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo menyoroti kebutuhan mendesak penambahan embung sebagai bagian penting dari desain kawasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan ini muncul di tengah kekhawatiran IKN dibangun di wilayah yang rawan panas ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Desain itu bukan sekadar bentuk bangunan, tapi juga fungsi kawasan. Termasuk kebutuhan embung,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Desain IKN Dinilai Abai Risiko Iklim

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo menilai kondisi iklim di kawasan IKN berpotensi memicu masalah serius.

Baca Juga :  Dosen Cantik Untag Tewas Tanpa Busana, AKBP M Ditangkap Propam Polda Jateng

Suhu panas tinggi dan tutupan hutan luas membuat risiko karhutla tidak bisa dianggap remeh.

Fakta ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa risiko mendasar tersebut baru menjadi sorotan setelah proyek berjalan?

Kritik pun mengarah pada perencanaan awal IKN yang dinilai terlalu fokus pada simbol dan estetika, tetapi lemah dalam mitigasi lingkungan.

“Masalah iklim di sana jelas. Panas dan rawan kebakaran,” tegas Prasetyo.

Teknologi Ada, Tapi Masih Tahap Uji

Di sisi lain, Otorita IKN mengklaim telah memasang teknologi sensor untuk memantau kondisi lingkungan.

Namun, Presiden Prabowo belum sepenuhnya puas. Ia meminta agar sistem tersebut terus diuji dan dievaluasi.

Baca Juga :  Harga BBM vs Perang Iran: Trump Abaikan Lonjakan Harga demi Fokus Operasi Militer

Permintaan ini mengindikasikan bahwa langkah mitigasi yang ada belum dianggap cukup kuat untuk menjamin keamanan kawasan ibu kota baru.

“Kepala OIKN melaporkan sudah ada metode, termasuk sensor. Presiden meminta terus diuji,” ujar Prasetyo.

Koreksi Presiden Prabowo menjadi sinyal peringatan serius bahwa pembangunan IKN tidak bisa berjalan dengan pendekatan coba-coba.

Tanpa perencanaan lingkungan yang matang, proyek raksasa ini berisiko menimbulkan masalah baru, mulai dari krisis air hingga bencana ekologis.

Publik kini menanti langkah lanjutan pemerintah: apakah koreksi ini benar-benar diikuti perubahan desain yang substantif, atau sekadar menjadi catatan tanpa eksekusi nyata di lapangan.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB