Teheran dalam Cengkeraman Cemas: Warga Bersiap Hadapi Ancaman di Tengah Krisis Ekonomi

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumpah perlawanan di Enghelab Square. Ribuan warga Teheran melepas kepergian arsitek penutupan Selat Hormuz, Alireza Tangsiri, bertepatan dengan hari jadi Republik Islam ke-47 di bawah bayang-bayang bombardir udara. Dok: Istimewa.

Sumpah perlawanan di Enghelab Square. Ribuan warga Teheran melepas kepergian arsitek penutupan Selat Hormuz, Alireza Tangsiri, bertepatan dengan hari jadi Republik Islam ke-47 di bawah bayang-bayang bombardir udara. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Ketakutan akan pecahnya perang besar kini menghantui setiap sudut jalan di Teheran. Para penduduk kesulitan untuk beristirahat dengan tenang saat ancaman militer kembali membayangi ibu kota Iran tersebut.

Seorang warga bernama Hamid (64) mengaku harus bergantung pada obat tidur setiap malam. Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan anak dan cucunya yang belum sempat merasakan kehidupan yang damai. “Saya ingin mereka merasakan hidup sebentar saja, tapi saya takut mereka tidak punya kesempatan itu,” ujar Hamid kepada AFP.

Trauma Perang 12 Hari Tahun 2025

Ingatan warga masih segar akan peristiwa mengerikan pada 12 hingga 13 Juni tahun lalu. Saat itu, Israel meluncurkan kampanye militer mendadak yang menghantam berbagai fasilitas strategis di Iran.

Amerika Serikat sempat bergabung dalam serangan singkat terhadap situs nuklir utama Teheran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang drone dan rudal balistik ke arah Israel dan pangkalan AS di Qatar. Konflik tersebut menelan ribuan korban jiwa di pihak Iran. Oleh karena itu, warga Teheran kini menerapkan “pelajaran” dari perang tersebut dengan menempelkan lakban pada jendela rumah guna mencegah pecahnya kaca akibat ledakan.

Baca Juga :  Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Ultimatum 15 Hari dan Persiapan Darurat

Situasi diplomasi saat ini berada di titik paling kritis. Presiden AS Donald Trump awalnya memberikan ultimatum 10 hari bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan, namun ia kemudian memperpanjangnya menjadi 15 hari.

Sebagai respon, warga mulai melakukan persiapan mandiri untuk skenario terburuk. Hanieh (31), seorang pengrajin keramik, meyakini bahwa perang akan pecah segera setelah tenggat waktu berakhir. Ia telah menyimpan kebutuhan pokok di rumahnya. Warga lainnya, Mina Ahmadvand (46), juga telah menimbun makanan kaleng, biskuit, air mineral, dan baterai tambahan. Mereka menilai perang antara Iran, AS, dan Israel saat ini sudah tidak terelakkan lagi.

Baca Juga :  EU Sepakati Pinjaman €90 Miliar untuk Ukraina Tanpa Sita Aset Beku Rusia

Krisis Rial di Ambang Ramadan

Tekanan psikologis warga semakin berat akibat kehancuran ekonomi nasional. Nilai mata uang Rial terus merosot tajam hingga menyentuh titik terendah dalam sejarah pasca-protes besar-besaran tahun lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Sabtu kemarin, Euro menembus angka 1,9 juta rial, sementara Dolar AS melampaui 1,6 juta rial. Lonjakan harga barang kebutuhan pokok pun tak terkendali. Meskipun demikian, kantor-kantor dan toko di Teheran tetap beroperasi. Suasana kota terasa lebih sepi karena kafe dan restoran tutup untuk menghormati bulan suci Ramadan yang baru saja mulai pada hari Kamis. Warga Teheran kini terjepit di antara kewajiban ibadah, kesulitan ekonomi, dan ancaman mesin perang yang sudah siap bergerak di depan mata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Cerah Pagi – Siang Berpotensi Hujan
KPK Sita 6 Barang Elektronik Faisal Assegaf, Terkait Kasus Suap Bea Cukai
16 Mahasiswa FH UI Diduga Terlibat Pelecehan, BEM Minta Menteri Turun Tangan
Begal Anggota Damkar di Gambir Dibekuk, Ditangkap di Hotel Pluit
Maling Motor Bersenpi Beraksi di RSIA Duren Sawit, Sekuriti Diancam Pistol
Sabu Hampir 5 Kg dari Iran Digagalkan di Tangsel, Polisi Tangkap 2 Kurir
Polisi Senior Aniaya Junior hingga Tewas di Batam, Propam Tetapkan Bripda AS Tersangka
Bareskrim Gerebek Gudang Selundupan di Penjaringan, Ribuan HP Ilegal Disita

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 06:38 WIB

Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Cerah Pagi – Siang Berpotensi Hujan

Selasa, 14 April 2026 - 21:11 WIB

KPK Sita 6 Barang Elektronik Faisal Assegaf, Terkait Kasus Suap Bea Cukai

Selasa, 14 April 2026 - 20:57 WIB

16 Mahasiswa FH UI Diduga Terlibat Pelecehan, BEM Minta Menteri Turun Tangan

Selasa, 14 April 2026 - 20:33 WIB

Begal Anggota Damkar di Gambir Dibekuk, Ditangkap di Hotel Pluit

Selasa, 14 April 2026 - 20:12 WIB

Maling Motor Bersenpi Beraksi di RSIA Duren Sawit, Sekuriti Diancam Pistol

Berita Terbaru