NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok secara resmi menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mempercepat upaya penciptaan solusi politik bagi krisis di Ukraina. Pernyataan ini muncul bertepatan dengan peringatan empat tahun dimulainya konflik bersenjata tersebut.
Konselor Misi Tetap Tiongkok untuk PBB, Teng Fei, menyampaikan posisi negaranya setelah sesi pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada Selasa petang. Tiongkok berharap Majelis Umum dapat memainkan peran konstruktif dalam membangun konsensus perdamaian di antara seluruh negara anggota.
Alasan di Balik Keputusan Abstain
Majelis Umum PBB resmi mengadopsi resolusi bertajuk “Dukungan untuk Perdamaian Abadi di Ukraina”. Hasil pemungutan suara menunjukkan 107 negara setuju, 12 negara menolak, dan 51 negara memilih untuk abstain.
Teng Fei menjelaskan bahwa keputusan Tiongkok untuk abstain mencerminkan prinsip dan sikap konsisten Beijing terhadap isu Ukraina. Oleh karena itu, langkah ini menunjukkan keinginan Tiongkok untuk tetap menjadi pihak yang mendorong dialog tanpa memihak secara ekstrem di tengah polarisasi global yang tajam.
Pilar Kedaulatan dan Arsitektur Keamanan Baru
Dalam penjelasan diplomatiknya, Tiongkok menekankan tiga pilar utama bagi terciptanya perdamaian. Pertama, komunitas internasional harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah seluruh negara tanpa kecuali. Kedua, para aktor global wajib menjunjung tinggi tujuan dan prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB.
Selanjutnya, pilar ketiga adalah penanganan kekhawatiran keamanan yang sah dari semua pihak yang terlibat. Teng Fei menilai isu Ukraina kini telah memasuki fase kritis untuk negosiasi intensif. “Semua pihak harus mempertahankan momentum positif dan berjuang untuk mencapai perjanjian perdamaian yang komprehensif, langgeng, dan mengikat,” tegas Teng.
Menangani Akar Penyebab Konflik
Beijing berargumen bahwa perdamaian jangka panjang di Eropa mustahil tercapai tanpa menangani akar penyebab masalah. Tiongkok mendesak pembentukan arsitektur keamanan Eropa yang lebih seimbang, efektif, dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas permanen di benua tersebut agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan. Tiongkok berkomitmen untuk terus bekerja aktif bersama komunitas internasional guna mewujudkan solusi politik yang bermartabat. Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi ini akan bergantung pada kemauan para pihak untuk beralih dari konfrontasi militer menuju meja perundingan yang substantif.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















