JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga 13 Maret 2026.
BMKG menegaskan, fenomena ini dipicu fase Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi yang berbarengan dengan fenomena Bulan Purnama pada 3 Maret 2026.
Kombinasi dua fenomena astronomi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut secara signifikan.
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi dengan waktu yang berbeda di tiap wilayah pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026).
Pasang Maksimum Naik Signifikan
BMKG menjelaskan, lonjakan pasang laut akibat Perigee dan fase purnama bisa memperparah genangan di wilayah pesisir, terutama daerah dengan elevasi rendah.
Selain itu, kondisi cuaca seperti angin kencang dan gelombang tinggi juga dapat memperbesar dampaknya.
Akibatnya, aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir terancam terganggu. Mulai dari bongkar muat barang, aktivitas nelayan, operasional tambak garam, hingga permukiman warga di bibir pantai berpotensi terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca maritim terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Daftar Wilayah Terdampak Banjir Rob Maret 2026
Berikut wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob berdasarkan prakiraan BMKG:
Wilayah Sumatera & Kepulauan Riau
- Pesisir Sumatera Utara (2–7 Maret 2026): Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan
- Pesisir Kepulauan Riau: Batam (2–8 Maret 2026), Dabo Singkep (27–28 Februari & 1–3 Maret 2026), Karimun (1–6 Maret 2026), Bintan (2–7 Maret 2026), Anambas (26 Februari & 1–2 Maret 2026)
- Pesisir Sumatera Barat (1–5 Maret 2026): Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai
BMKG menegaskan, potensi rob bisa berubah sesuai dinamika pasang surut dan kondisi meteorologis terkini.
Karena itu, pemerintah daerah dan aparat setempat segera siapkan mitigasi di pelabuhan, sentra nelayan, dan permukiman pesisir rawan genangan.
Sementara itu, warga segera amankan barang berharga, pantau jadwal pasang surut, dan hindari aktivitas di bibir pantai saat puncak pasang. (red)
Editor : Hadwan





















