Kapolri Ajak Masyarakat Dukung Langkah Prabowo Jaga Perdamaian Dunia

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan sambutan dalam safari Ramadan di Polda Sumsel. (Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan sambutan dalam safari Ramadan di Polda Sumsel. (Posnews/Ist)

PALEMBANG, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di tengah meningkatnya konflik global.

Seruan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan dalam kegiatan safari Ramadan di Polda Sumatera Selatan, Sabtu sore (7/3/2026).

Menurut Sigit, situasi geopolitik dunia saat ini semakin kompleks. Karena itu, Indonesia harus tetap solid dan mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Prabowo Undang Tokoh Nasional Bahas Situasi Dunia

Kapolri mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir Presiden Prabowo aktif mengundang berbagai tokoh nasional untuk berdiskusi mengenai perkembangan situasi global.

Pertemuan tersebut melibatkan tokoh elite politik, mantan menteri luar negeri, hingga para pemuka agama guna mencari pandangan terbaik dalam menghadapi dinamika dunia.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan 26 Ribu Posisi Magang Bergaji, Target 100 Ribu Peserta Akhir Tahun

“Beberapa waktu lalu Bapak Presiden mengundang tokoh-tokoh elite, tokoh agama, dan berbagai pihak untuk berembuk bersama menentukan langkah yang harus kita ambil. Salah satu kuncinya adalah kita harus tetap solid,” ujar Sigit.

Diplomasi Indonesia Redakan Ketegangan Global

Selain memperkuat konsolidasi dalam negeri, Sigit menegaskan Presiden Prabowo juga aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan berbagai negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi damai atas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Konflik geopolitik, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dinilai berpotensi memicu dampak besar terhadap stabilitas dunia, termasuk perekonomian global.

Pemerintah Siapkan Mitigasi Dampak Ekonomi

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak terdampak signifikan oleh gejolak global.

Baca Juga :  Ramadan 2026, Satpol PP DKI Tertibkan PKL dan Parkir Liar di 19 Ruas Jalan

Kapolri menegaskan pemerintah akan terus berupaya menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian dunia.

“Oleh karena itu mari kita bersama-sama menghadapi situasi ini dengan semangat yang sama. Yakinlah pemerintah akan mengambil langkah terbaik,” tegasnya.

Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu

Sigit juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen melindungi seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat konstitusi.

Karena itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, berdoa, serta mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Mari kita berdoa dan berikhtiar bersama agar semua tantangan ini dapat kita lalui, sehingga Indonesia tetap kuat, mandiri, dan mampu menjaga perdamaian,” pungkasnya. 9red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu
Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk
Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar
Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar
Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika
Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:53 WIB

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 April 2026 - 19:45 WIB

Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk

Rabu, 22 April 2026 - 19:28 WIB

Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 19:10 WIB

Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar

Rabu, 22 April 2026 - 18:46 WIB

Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika

Berita Terbaru

Ilustrasi, Demokrasi di bawah ancaman. Revisi daftar pemilih yang kontroversial di Benggala Barat mengakibatkan penghapusan masif hak pilih minoritas, memicu tuduhan manipulasi sistemik dan kegagalan algoritma AI dalam mengenali identitas warga tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:53 WIB