Santunan Ramadan 1447H di Ancol Meriah, 2.000 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Berkah

Senin, 9 Maret 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan anak yatim dan dhuafa mengikuti acara santunan Ramadan 1447H bertajuk REMEMBER di Ecovention Hall Ancol Jakarta Utara. (Posnews/MR)

Ribuan anak yatim dan dhuafa mengikuti acara santunan Ramadan 1447H bertajuk REMEMBER di Ecovention Hall Ancol Jakarta Utara. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali menggema di ibu kota.

Ribuan anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an memadati Ecovention Hall, Ecopark Ancol, Jakarta Utara, dalam acara santunan akbar bertajuk “REMEMBER – Ramadan Meriah Penuh Berkah”, Minggu (8/3/2026).

Acara sosial yang digelar dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah ini berlangsung meriah sekaligus penuh haru. Tak tanggung-tanggung, sekitar 2.800 peserta hadir memadati lokasi kegiatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 anak yatim, dhuafa, serta hafiz Al-Qur’an menerima santunan. Sementara 800 lainnya terdiri dari relawan, panitia, kolaborator, serta tamu undangan yang turut memeriahkan kegiatan.

Kolaborasi Besar untuk Tebar Kebaikan Ramadan

Kegiatan santunan besar ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain:

  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
  • Perkumpulan Penyedia Jasaboga Indonesia (PPJI)
  • Dompet Dhuafa
  • Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol (YBJA)

Seluruh kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, yang menyediakan fasilitas lokasi acara.

Dengan mengusung tema “Ramadan Meriah Penuh Berkah”, kegiatan ini tidak hanya sekadar santunan.

Panitia mengemasnya dalam konsep edutainment atau perpaduan edukasi dan hiburan yang membuat suasana Ramadan terasa lebih hangat dan penuh kegembiraan.

Anak Yatim Tampil Percaya Diri di “Panggung Milik Semua”

Salah satu momen paling menarik dalam acara ini adalah konsep “Panggung Milik Semua”.

Melalui program ini, anak-anak penerima manfaat diberi kesempatan tampil di panggung utama untuk menunjukkan bakat mereka.

Mulai dari tilawah Al-Qur’an, penampilan seni, hingga berbagai pertunjukan kreatif, semua disuguhkan langsung oleh para peserta.

Konsep ini sengaja dibuat agar anak-anak tidak hanya menjadi penerima santunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari perayaan kebaikan Ramadan.

Ancol Buka Akses Khusus untuk Peserta

Sebagai tuan rumah kegiatan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memberikan dukungan penuh dengan menyediakan Ecovention Hall sebagai lokasi utama acara.

Selain itu, manajemen Ancol juga membuka akses khusus gerbang kawasan wisata bagi seluruh peserta, relawan, dan tamu undangan yang hadir.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Transjakarta Kerahkan 2.026 Armada Sambut Malam Tahun Baru 2026, Jam Operasional Diperpanjang

Ribuan Paket Buka Puasa dan Santunan Disalurkan

Tak hanya santunan uang, para kolaborator juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan untuk para peserta.

Di antaranya:

  • Paket berbuka puasa untuk ribuan peserta
  • Dana santunan untuk anak yatim dan dhuafa
  • Goody bag dan perlengkapan Ramadan
  • Keterlibatan relawan dan sponsor kegiatan

Kolaborasi besar ini menjadikan acara REMEMBER – Ramadan Meriah Penuh Berkah sebagai salah satu kegiatan sosial Ramadan terbesar di Jakarta tahun ini.

Ramadan Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Melalui kegiatan santunan Ramadan ini, seluruh pihak berharap nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas sosial antara berbagai elemen masyarakat.

Pesan utama dari kegiatan ini sederhana namun kuat:

Kebaikan akan terasa lebih luas dan berdampak besar ketika masyarakat melakukannya bersama-sama.

Karena itu, semangat “Ramadan Meriah Penuh Berkah” terus menginspirasi masyarakat untuk berbagi dan menebar kepedulian kepada sesama.

Sebab pada akhirnya, berbagi adalah cara paling indah merayakan kemenangan Ramadan. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata
Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026
Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku
Jasad Pria dengan Luka Tembak di Kepala Ditemukan di Jaksel, Polisi Selidiki Senjata Api
Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:31 WIB

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:20 WIB

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Berita Terbaru

Struktur adalah takdir. Melalui lensa Neo-Realisme Kenneth Waltz, kita memahami bahwa konflik dunia bukan disebabkan oleh sifat jahat manusia, melainkan oleh sistem internasional yang memaksa setiap negara untuk terus waspada demi bertahan hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:20 WIB

Politik adalah cermin manusia. Melalui kacamata Realisme Klasik Hans Morgenthau, kita memahami bahwa konflik global bukan sekadar masalah teknis diplomatik, melainkan manifestasi dari dorongan biologis manusia untuk mendominasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:19 WIB