Reformasi Hukum Tiongkok: NPC Sahkan 6 Undang-Undang Baru dan Revisi 14 Aturan Strategis

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Badan legislatif tertinggi Tiongkok secara resmi mengumumkan pencapaian besar dalam reformasi hukum nasional. Sepanjang tahun lalu, pemerintah telah meninjau total 40 instrumen hukum guna mendukung pembangunan ekonomi dan tata kelola sosial yang lebih modern.

Ketua Komite Tetap NPC, Zhao Leji, menyampaikan laporan kerja tersebut dalam sidang paripurna di Beijing pada Senin. Oleh karena itu, dokumen ini kini menjadi panduan strategis bagi arah kebijakan hukum Tiongkok di tengah tantangan pembangunan global yang dinamis.

Penguatan Ekonomi dan Perlindungan Sektor Swasta

Salah satu poin paling krusial dalam laporan tersebut adalah pengesahan Undang-Undang Promosi Sektor Swasta. Undang-undang ini secara eksplisit menetapkan prinsip perlakuan yang adil bagi seluruh pelaku usaha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, aturan baru ini menjamin persaingan yang sehat serta perlindungan yang setara bagi perusahaan swasta. “Kami ingin memastikan pembangunan bersama antara sektor negara dan swasta berjalan harmonis,” ujar Zhao Leji. Selain itu, NPC merevisi UU Persaingan Tidak Sehat guna membangun ekonomi berbasis kredit di bawah supremasi hukum yang ketat.

Baca Juga :  Ambisi Akuisisi Greenland: Trump Tunjuk Jenderal Lapangan

Penyelarasan Internasional dan Perdagangan

Tiongkok terus berupaya meningkatkan standar keterbukaan ekonominya di panggung dunia. Oleh sebab itu, parlemen melakukan revisi terhadap tiga undang-undang utama: UU Maritim, UU Arbitrase, dan UU Perdagangan Luar Negeri.

Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan regulasi domestik dengan aturan internasional yang telah mapan. Alhasil, Tiongkok berharap dapat memberikan layanan bisnis yang lebih berkualitas bagi investor asing. Selain urusan ekonomi, NPC juga menyetujui sembilan perjanjian internasional dan kesepakatan penting lainnya guna memperkuat posisi tawar diplomatik Beijing.

Ketahanan Kesehatan dan Keamanan Nasional

Di sektor sosial, pemerintah memperkuat sistem respons darurat pasca-pandemi. NPC mengesahkan UU Respons Darurat Kesehatan Masyarakat serta merevisi UU Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Pasalnya, perlindungan terhadap kesejahteraan publik tetap menjadi prioritas utama dalam tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Venezuela: Warga Menjarah Toko di Tengah Lambatnya Bantuan

Terkait keamanan nasional, Tiongkok kini memiliki UU Energi Atom yang baru. Aturan ini mendukung riset dan pengembangan energi atom untuk tujuan damai secara legal. Selain itu, revisi UU Keamanan Siber dilakukan guna meningkatkan perlindungan informasi pribadi dan keamanan data warga di ruang digital.

Pengawasan Inovasi Teknologi

Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Komite Tetap NPC mendengarkan laporan Dewan Negara mengenai pengembangan “kekuatan produktif baru”. Fokus utamanya adalah mendorong aplikasi kemajuan ilmu pengetahuan ke dalam skala industri.

Dengan demikian, parlemen berupaya mendorong integrasi yang lebih dalam antara inovasi teknologi dan manufaktur. NPC juga memperketat pengawasan terhadap urusan fiskal dan melakukan inspeksi penegakan hukum secara berkala. Dunia internasional kini memantau bagaimana implementasi rangkaian hukum baru ini akan memengaruhi iklim investasi dan stabilitas politik Tiongkok di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB