Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang dunia politik daerah.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, termasuk Bupati Rejang Lebong M. Fikri Thobari.

Pimpinan KPK menggelar ekspose perkara terhadap hasil operasi senyap tim penindakan sebelum akhirnya menetapkan para tersangka.

Penyidik menduga kasus ini berkaitan dengan praktik suap dalam pengelolaan proyek serta kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dari lima tersangka tersebut, tiga orang berperan sebagai pemberi suap, sedangkan dua lainnya sebagai penerima.

β€œKami menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tiga orang sebagai pihak pemberi dan dua orang sebagai pihak penerima,” ujar Budi, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga :  Update Banjir dan Longsor Sumatera, 1.006 Tewas, 217 Hilang dan 5.400 luka-luka

Budi juga memastikan KPK menetapkan Bupati Rejang Lebong M. Fikri Thobari sebagai salah satu tersangka dalam perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œYa, salah satunya Bupati Rejang Lebong,” katanya singkat.

OTT KPK Jaring 13 Orang

Sebelumnya, tim penindakan KPK menggelar OTT di Bengkulu pada Senin (9/3/2026). Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan 13 orang dari berbagai pihak yang diduga terlibat dalam transaksi suap.

Setelah menjalani pemeriksaan awal di Polresta Bengkulu, penyidik membawa sembilan orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Dua pejabat daerah yang ikut diperiksa di Jakarta adalah Bupati Rejang Lebong M. Fikri Thobari dan Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri Praja.

Baca Juga :  KPK Bongkar Suap Jalur Impor Bea Cukai, Setoran PT Blueray Rp7 Miliar per Bulan

KPK Segel Kantor Pemkab Rejang Lebong

Di sisi lain, penyidik KPK langsung menyegel sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Penyidik melakukan penyegelan untuk mengamankan dokumen, barang bukti, serta mencegah hilangnya data penting yang berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut.

Hingga kini, KPK masih mendalami konstruksi perkara, aliran dana suap, serta identitas lengkap para tersangka lainnya.

Lembaga antirasuah itu juga menyiapkan konferensi pers untuk mengungkap kronologi lengkap OTT tersebut.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa KPK terus menggunakan operasi tangkap tangan sebagai strategi utama untuk membongkar praktik korupsi di daerah, khususnya yang melibatkan pejabat kepala daerah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Realisme Defensif: Mengejar Kekuatan Secukupnya demi Stabilitas Global
Realisme Neoklasik: Membedah Faktor Domestik di Balik Respon Negara Terhadap Tekanan Global
Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional
Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata
Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:00 WIB

Realisme Defensif: Mengejar Kekuatan Secukupnya demi Stabilitas Global

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:28 WIB

Realisme Neoklasik: Membedah Faktor Domestik di Balik Respon Negara Terhadap Tekanan Global

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:55 WIB

Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:31 WIB

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Berita Terbaru

Keamanan lewat dominasi. Melalui kacamata Realisme Ofensif John Mearsheimer, kita memahami mengapa negara-negara besar tidak akan pernah merasa cukup dengan kekuatannya hingga mereka menjadi pemenang mutlak di kawasannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional

Rabu, 11 Mar 2026 - 17:55 WIB