Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan peringatan keras menjelang Lebaran 2026.

Ia meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak melakukan pemaksaan permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pengusaha di Jakarta.

Pramono menegaskan praktik meminta THR secara paksa dapat merusak iklim usaha dan mengganggu ketertiban masyarakat, terutama ketika aktivitas ekonomi sedang meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berharap tidak ada pemaksaan dari ormas atau pihak mana pun untuk meminta THR,” kata Pramono saat berada di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2026).

Iklim Usaha Jakarta Harus Dijaga

Menurut Pramono, stabilitas lingkungan usaha di Jakarta harus dijaga bersama agar kegiatan ekonomi tetap berjalan lancar.

Terlebih menjelang Lebaran, aktivitas perdagangan, distribusi barang, hingga jasa transportasi meningkat signifikan.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban di ibu kota.

“Kita harus menjaga kehidupan Jakarta yang selama ini berjalan baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Silmy Karim Diduga Terima Rp100 Juta per Minggu, KPK Bongkar Kode 'Malaikat'

Modus Lama: Minta THR Secara Paksa

Fenomena permintaan THR secara paksa kerap muncul setiap menjelang Lebaran. Sejumlah oknum yang mengatasnamakan kelompok tertentu biasanya berkeliling meminta uang THR kepada berbagai instansi dan pelaku usaha.

Target mereka beragam, mulai dari:

  • lembaga pendidikan
  • kantor pemerintah
  • pabrik dan perusahaan
  • toko dan pusat perdagangan
  • hingga pelaku usaha kecil

Dalam beberapa kasus, permintaan tersebut dilakukan dengan tekanan bahkan intimidasi, sehingga meresahkan pelaku usaha.

Viral Surat Mengatasnamakan Polisi Minta THR

Di tengah isu tersebut, publik juga dihebohkan dengan beredarnya surat permintaan THR yang mencatut nama Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dokumen yang tertanggal 4 Maret 2026 itu beredar di kalangan pengusaha angkutan barang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Surat tersebut menggunakan kop resmi Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok lengkap dengan nomor surat dan perihal “partisipasi perayaan Idul Fitri 1447 H tahun 2026.”

Isi surat tersebut meminta bantuan THR kepada pimpinan perusahaan angkutan barang.

Baca Juga :  Kasus Uang Vilmei Rp1,28 Miliar, Polisi Tahan 3 Tersangka

“Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, kami keluarga besar Sat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengharapkan bantuan Tunjangan Hari Raya kepada Bapak/Ibu/Saudara/I,” tulis isi surat yang beredar.

Surat itu juga menyebut permintaan bantuan sebagai bentuk partisipasi dan kerja sama menjelang perayaan Idulfitri.

Polisi Selidiki Asal-usul Surat

Menanggapi viralnya dokumen tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan keaslian surat tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pihak kepolisian tidak pernah mengeluarkan surat permintaan THR kepada pengusaha.

“Masih kami selidiki, karena Polres Tanjung Priok tidak pernah mengirim dokumen tersebut,” kata Budi saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan kini mengimbau pelaku usaha untuk segera melapor jika menemukan praktik pemaksaan THR.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta stabilitas ekonomi Jakarta menjelang Lebaran 2026. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

200 RW Jakarta Masuk Peta Rawan Banjir, Ini Persiapan BPBD di Februari 2027
Waspada Hujan Ringan di Bogor dan Depok, Bekasi Diprediksi Lebih Panas
Subuh Bersama Warga, Kapolres Jakut Ingatkan Bahaya Tawuran hingga Narkoba
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor dan Depok Berpotensi Hujan
11 WNA Diperiksa Imigrasi Soetta, Lima Diduga Salahgunakan Izin Tinggal
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Wilayah Mana yang Berpotensi Hujan?
POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta
Hujan Mengintai Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftar Wilayahnya

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:34 WIB

200 RW Jakarta Masuk Peta Rawan Banjir, Ini Persiapan BPBD di Februari 2027

Minggu, 8 November 2026 - 05:31 WIB

Waspada Hujan Ringan di Bogor dan Depok, Bekasi Diprediksi Lebih Panas

Sabtu, 7 November 2026 - 08:59 WIB

Subuh Bersama Warga, Kapolres Jakut Ingatkan Bahaya Tawuran hingga Narkoba

Sabtu, 7 November 2026 - 06:21 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor dan Depok Berpotensi Hujan

Jumat, 6 November 2026 - 21:25 WIB

11 WNA Diperiksa Imigrasi Soetta, Lima Diduga Salahgunakan Izin Tinggal

Berita Terbaru

Ai+ Smartphone percepat kenaikan harga ke 11 November 2026 akibat krisis memori. Simak penyebab dan dampaknya bagi harga ponsel. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ai+ Percepat Penyesuaian ke 11 November

Minggu, 8 Nov 2026 - 21:27 WIB