JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Polisi menduga aksi tersebut dilakukan oleh empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor dan terlebih dahulu membuntuti korban sebelum melancarkan serangan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, memaparkan kronologi awal kejadian dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
Pelaku Menunggu Korban di Cikini
Iman menjelaskan para pelaku lebih dulu mengintai korban di kawasan KFC Cikini, Jakarta Pusat. Setelah melihat target keluar, para pelaku langsung mengikuti pergerakan korban.
“Empat orang pelaku menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Setelah itu mereka membuntuti korban menuju Jalan Diponegoro hingga ke arah Jalan Salemba,” ujar Iman.
Para pelaku kemudian menyiramkan air keras saat korban melintas di Jalan Salemba I, tepatnya di persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 20.37 WIB.
CCTV Jadi Kunci Perburuan Pelaku
Polisi kini memanfaatkan rekaman CCTV yang terpasang di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut memperlihatkan pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah melakukan serangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Syukurnya kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar cukup jelas. Rekaman ini sangat membantu proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Iman.
Dua Motor Kabur ke Arah Berbeda
Berdasarkan penelusuran kamera pengawas, OTK 1 dan OTK 2 melarikan diri dengan sepeda motor sambil melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen.
Setelah itu, kedua pelaku melanjutkan pelarian melalui Jalan Kramat Raya menuju Tugu Tani, kemudian bergerak ke arah Stasiun Gondangdia hingga masuk ke wilayah Jakarta Selatan.
Sementara itu, OTK 3 dan OTK 4 melarikan diri menggunakan sepeda motor lain dengan rute berbeda. Keduanya melaju lurus dari lokasi kejadian menuju Jalan Pramuka Sari 2.
Para pelaku kemudian bergerak ke kawasan Matraman. Kamera CCTV kembali merekam pergerakan mereka menuju Jatinegara hingga akhirnya masuk ke Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur.
Pelaku Sempat Ganti Pakaian
Polisi kemudian memadukan rekaman CCTV dengan analisis digital jaringan komunikasi. Hasil analisis tersebut mengungkap salah satu pelaku sempat mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak.
“Analisis jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku berpencar ke beberapa wilayah, antara lain Kalibata, Ragunan, hingga Bogor,” jelas Iman.
Saat ini, tim Ditkrimum Polda Metro Jaya terus memburu para pelaku sekaligus menyelidiki motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. (red)
Editor : Hadwan





















