Perang Melawan Narkoba! Bareskrim Polri Hancurkan Barang Bukti Ganja, Sabu, dan Ekstasi

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti narkoba jenis ganja, sabu, dan ekstasi menggunakan mesin insinerator di PT WASTEC Cilegon, Banten. (Posnews/Ist)

Petugas Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti narkoba jenis ganja, sabu, dan ekstasi menggunakan mesin insinerator di PT WASTEC Cilegon, Banten. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri kembali menunjukkan komitmen tegas dalam pemberantasan narkotika.

Kali ini, Tim Penyidik Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti narkoba dalam jumlah besar di PT WASTEC, Cilegon, Banten, Kamis (18/12/2025).

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, kegiatan pemusnahan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai. “Penyidik melaksanakan proses ini secara terbuka, profesional, dan sesuai prosedur hukum,” kata Eko.

Sejumlah pejabat internal Polri, Provost, perwakilan Puslabfor Bareskrim Polri, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, Kejati Riau, dan Kejati Medan turut menyaksikan, baik secara langsung maupun virtual.

Deretan Penyidik dan Aparat Terlibat

Sebagai langkah akuntabilitas, penyidik Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dibawah komando Kombes Handik Zusen turun langsung memimpin pemusnahan.

Baca Juga :  Polri Bentuk Strategi Nasional Selamatkan Generasi Emas dari Bahaya Narkoba

Mereka memastikan seluruh barang bukti yang telah berkekuatan hukum diproses sesuai standar operasional. Kehadiran Provost dan Puslabfor semakin memperkuat transparansi pelaksanaan kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti dari empat laporan polisi berbeda. Pertama, kasus Andriansyah dan Suryansah dengan barang bukti ganja seberat 50.269 gram bruto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari jumlah itu, penyidik menyisihkan 151,89 gram untuk pembuktian di pengadilan, sementara 50.117,10 gram dimusnahkan.

Kedua, kasus Sahabatlase dkk dengan barang bukti sabu seberat 4.584,46 gram bruto. Penyidik menyisihkan 10 gram untuk Puslabfor dan memusnahkan 4.574,46 gram.

Ketiga, kasus M Rafi dkk dengan barang bukti ekstasi sebanyak 195.171 butir. Penyidik menyisihkan 340 butir untuk kepentingan pembuktian, lalu memusnahkan 194.831 butir.

Keempat, kasus Anri Firmansyah dkk dengan barang bukti ganja seberat 44.471 gram bruto. Dari jumlah tersebut, 153 gram disisihkan dan 44.318 gram dimusnahkan.

Baca Juga :  Kapolres Bima Kota Terseret Aliran Dana Narkoba, Mabes Polri Gas Pidana dan Etik

Puslabfor Pastikan Barang Bukti Positif Narkotika

Sebelum pemusnahan, petugas Puslabfor Bareskrim Polri terlebih dahulu melakukan uji laboratorium terhadap seluruh barang bukti.

Setelah dicampur cairan kimia, narkotika tersebut berubah warna menjadi ungu dan oranye, menandakan hasil positif.

Selanjutnya, petugas memindahkan barang bukti ke mesin insinerator untuk dibakar hingga habis.

Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba yang merusak generasi bangsa.

Bareskrim Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan tanpa kendala.

Proses ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkoba serta memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan narkotika. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:07 WIB

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Berita Terbaru

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

INTERNASIONAL

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB