Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir "segera", namun negara-negara Eropa secara tegas menolak seruan untuk bergabung dalam koalisi militer di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran tidak akan berakhir dalam minggu ini. Meskipun demikian, ia berulang kali menegaskan bahwa konflik berskala besar tersebut akan segera mencapai titik akhir.

Dalam keterangannya di Gedung Putih pada hari Senin, Trump menyebutkan bahwa perang tidak akan berlangsung lama. “Ini akan segera selesai,” ujar Trump kepada wartawan. Selain itu, ia mengeklaim akan segera mengumumkan daftar negara yang setuju bergabung dalam koalisi pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Penolakan Massal dari Sekutu Eropa

Harapan Trump untuk mendapatkan dukungan militer dari sekutu dekatnya di Eropa tampaknya menemui jalan buntu. Sebaliknya, sejumlah negara Eropa dan Uni Eropa menyuarakan penolakan keras terhadap misi militer di jalur energi vital tersebut. Mereka lebih menekankan solusi diplomatik guna mencegah eskalasi yang lebih parah di Timur Tengah.

Baca Juga :  Skandal Peter Mandelson: Starmer Abaikan Peringatan Keamanan soal Hubungan Epstein

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, secara tegas menolak keterlibatan militer Jerman untuk melindungi kapal tangker di selat tersebut. Menurutnya, NATO merupakan aliansi pertahanan dan bukan aliansi intervensi. Merz menegaskan bahwa Jerman tidak akan berpartisipasi dalam tindakan militer selama konflik masih berlangsung tanpa adanya konsep operasi yang jelas.

“Ini Bukan Perang Eropa”

Pernyataan senada juga muncul dari Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. Setelah pertemuan di Brussel, Kallas menegaskan bahwa blok tersebut tidak memiliki keinginan untuk memperluas misi angkatan lautnya ke Selat Hormuz. “Ini bukan perang Eropa,” tegas Kallas, meski ia mengakui bahwa kepentingan ekonomi Eropa ikut terancam akibat gangguan pengiriman global.

Lebih lanjut, penolakan juga datang dari Portugal dan Italia. Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, menyatakan negaranya tidak akan terlibat dalam konflik ini. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, meragukan efektivitas perluasan misi perlindungan maritim saat ini ke wilayah Selat Hormuz yang sangat berisiko tinggi.

Baca Juga :  Protes Ekonomi Iran Memasuki Hari Kelima yang Berdarah

Trump Mengecam Ketidakpatuhan NATO

Sikap enggan para sekutu ini memicu kemarahan Donald Trump. Oleh karena itu, Trump kembali melontarkan kritik pedas terhadap anggota NATO. Ia mengeluhkan bahwa Amerika Serikat selalu ada untuk sekutunya, namun para sekutu justru tidak hadir saat Washington membutuhkan bantuan militer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mencoba mengambil jalan tengah dengan mengupayakan rencana pemulihan navigasi yang layak. Namun, ia secara jelas menggarisbawahi bahwa operasi tersebut bukanlah dan tidak akan pernah menjadi misi resmi NATO. Akibatnya, perpecahan di internal blok Barat semakin nyata saat krisis energi global terus menekan ekonomi dunia akibat guncangan harga minyak sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi
Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru
Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam
Ledakan Misterius di Masjid Jember, Jamaah Berhamburan, Polisi Selidiki Penyebabnya
Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:22 WIB

Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:55 WIB

Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi

Berita Terbaru

Menyeimbangkan energi dan konstitusi. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk guna menjamin keselamatan navigasi tanpa melanggar prinsip pasifisme Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:35 WIB

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

INTERNASIONAL

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 13:31 WIB