JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Arus mudik Lebaran 2026 sudah memasuki puncak kepadatan kendaraan.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas besar-besaran berupa sistem one way dan contraflow di Tol Trans Jawa untuk mengurai kemacetan yang terus mengular.
Pihak kepolisian mengambil langkah cepat ini melalui diskresi saat puncak arus mudik Idulfitri 1447 H mulai terasa di sejumlah titik krusial.
One Way Digeber dari Cikampek hingga Salatiga
Berdasarkan data resmi per Kamis (19/3/2026) pukul 08.30 WIB, petugas langsung menerapkan sistem satu arah (one way) dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 459 Salatiga.
Kebijakan ini mengakomodasi kendaraan yang bergerak ke arah timur, terutama pemudik menuju Solo dan Surabaya yang volumenya terus melonjak tajam.
Melalui skema ini, petugas mengalirkan arus kendaraan lebih cepat tanpa hambatan dari arah berlawanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Contraflow Diperkuat di Tol Japek
Selain itu, petugas juga memperkuat rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Petugas mengalihkan arus mulai dari KM 36+900 Cikarang Pusat hingga KM 70 Cikampek Utama. Mereka memfungsikan jalur kanan untuk menambah kapasitas kendaraan yang mengarah ke timur.
Strategi ini menjadi langkah darurat untuk menekan lonjakan kepadatan yang terus meningkat sejak dini hari.
Pemudik Diminta Tertib dan Waspada
Meski rekayasa telah berjalan, Jasa Marga tetap mengingatkan pemudik agar disiplin di lapangan. Pengendara wajib tertib antre, menjaga jarak, dan mengikuti arahan petugas.
Selain itu, pengemudi juga harus memastikan kondisi kendaraan tetap prima serta memanfaatkan rest area secara bijak agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Lonjakan kendaraan yang masih berlangsung membuat potensi kepadatan diperkirakan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, petugas terus menyesuaikan one way dan contraflow untuk menjaga kelancaran arus mudik di Tol Trans Jawa. (red)
Editor : Hadwan




















