MAJALENGKA, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan maut mengguncang turunan tajam di Desa Maniis, Majalengka, Jawa Barat.
Sebuah mobil travel berisi rombongan keluarga pemudik terjun ke jurang dan menewaskan enam orang penumpang asal Rengasdengklok.
Insiden tragis ini langsung menyita perhatian publik karena terjadi saat arus balik Lebaran 2026.
Kronologi Mengerikan di Jalur Turunan
Peristiwa nahas itu terjadi ketika sekitar 20 orang dalam satu keluarga pulang dari mudik di Tasikmalaya menuju Karawang.
Mereka menggunakan mobil travel jenis Elf bernomor polisi Z 7012 CN.
Namun nahas, saat melintasi jalur menurun yang dikenal ekstrem di kawasan Maniis, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali.
Akibatnya, mobil keluar jalur, terbalik, lalu terjun ke jurang dengan kondisi ringsek parah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan Rem Blong, Sopir Tak Berdaya
Keluarga korban, Ari Samsul, mengungkapkan bahwa informasi awal menyebutkan kecelakaan dipicu oleh rem blong. Sopir diduga tak mampu mengendalikan kendaraan saat turunan curam.
“Dapat kabar dari anak korban, mobil mengalami rem blong saat perjalanan pulang ke Karawang. Sopir sudah berusaha mengendalikan, tapi akhirnya kendaraan dibuang ke arah Majalengka,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Akibat kejadian itu, enam orang dilaporkan tewas di lokasi, termasuk sopir. Para korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga, mulai dari kakek hingga menantu yang baru pulang mudik.
Evakuasi Dramatis, 9 Ambulans Dikerahkan
Sementara itu, proses evakuasi berlangsung dramatis. Sedikitnya sembilan ambulans dari Rengasdengklok dikerahkan untuk menjemput korban.
Proses ini difasilitasi oleh Polsek Rengasdengklok yang turut mendampingi keluarga korban.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mempercepat pemindahan korban dari sejumlah fasilitas kesehatan di Majalengka.
Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke RS Talaga dan Puskesmas Cikijing guna mendapatkan penanganan medis darurat.
Korban Tewas dan Luka-luka
Dalam insiden berdarah ini, enam orang dinyatakan meninggal dunia di tempat. Sementara itu, sebanyak 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga berat.
Hingga kini, para korban luka masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Majalengka.
Kondisi beberapa korban dilaporkan kritis akibat benturan keras saat kendaraan terjun ke jurang.
Kecelakaan ini menjadi peringatan keras bagi para pengemudi, terutama saat melintasi jalur rawan seperti turunan panjang di wilayah Majalengka.
Pemeriksaan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, menjadi hal wajib sebelum melakukan perjalanan jauh saat mudik maupun arus balik. (red)
Editor : Hadwan



















