Jenazah Kepala KCP Bank BRI: RS Polri Beberkan Fakta Mengejutkan

Jumat, 22 Agustus 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Brigjen Pol Prima Heru memaparkan hasil autopsi jenazah pegawai Bank BUMN MIP di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (Dok-Polri)

Kepala RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Brigjen Pol Prima Heru memaparkan hasil autopsi jenazah pegawai Bank BUMN MIP di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (Dok-Polri)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Kepala RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru, membeberkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah Kepala KCP Bank BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).

“Jenazah menggunakan batik cokelat dan celana panjang cokelat muda. Ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban,” ujar Prima kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jumat (22/8/2025).

Jenazah Masuk RS Polri 21 Agustus

Tim Forensik RS Bhayangkara Tk. I menerima jenazah Ilham Pradipta pada Kamis, 21 Agustus 2025, pukul 12.48 WIB. Jenazah dikirim berdasarkan surat permintaan penitipan mayat dari Polsek Serang Baru. Korban berusia 37 tahun dan beralamat di Pasir Kuda, Bogor Barat, Kota Bogor.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa di DPR/MPR Ricuh, Polisi Tegaskan Tetap Lakukan Pengamanan Humanis

Autopsi dan Pemeriksaan Forensik

Prima menjelaskan, berdasarkan permintaan visum dari Polres Jakarta Timur dan persetujuan keluarga, tim forensik melakukan autopsi pada Kamis, 21 Agustus 2025, pukul 14.30 WIB.

Baca Juga :  Apartemen Ancol Jadi Dapur Narkoba, BNN Sita Ribuan Happy Water Kamuflase Minuman Energi

Selain itu, tim juga mengambil sampel untuk pemeriksaan DNA dan toksikologi forensik. Data tersebut sudah diserahkan kepada penyidik untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Setelah pemeriksaan selesai, tim RS Polri melakukan pemulasaran jenazah. Selanjutnya, jenazah Ilham Pradipta diserahkan kepada pihak keluarga pada Kamis malam pukul 19.41 WIB. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB