9 Jenderal Gugat Ditreskrimum Polda Metro, Sidang Perdana 6 April 2026 di PN Jaksel

Senin, 30 Maret 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. (Posnews/PMJ)

Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. (Posnews/PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebanyak 17 warga negara, termasuk 9 jenderal TNI purnawirawan, resmi mengajukan gugatan citizen lawsuit ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Mereka menyoroti dugaan kelalaian dan kesalahan penerapan hukum dalam penanganan kasus ijazah Presiden Joko Widodo.

Sembilan jenderal purnawirawan yangikut mengugat antara lain mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Laksma TNI (Purn) Sony Santoso, Laksma TNI (Purn) Drg Moeryono Aladin, Marsda TNI (Purn) Moch Amiensyah, Marsda TNI (Purn) Nazirsyah, Marsda TNI (Purn) Firdaus Syamsudin, Brigjen TNI (Purn) Sudarto, Brigjen TNI (Purn) Dedi Priatna, dan Brigjen TNI (Purn) Jumadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, enam Perwira Menengah (Pamen) TNI Purnawirawan serta dua warga sipil turut bergabung dalam gugatan tersebut, sehingga memperkuat tekanan terhadap aparat penegak hukum.

Enam pamen yaitu Kolonel TNI (Purn) Kusumastono, Kolonel TNI (Purn) Muh Nur Saman, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, Kolonel Laut (Purn) Hasnan, Kolonel Laut (Purn) Joko Indro Wahyono, dan Kolonel (Purn) Sopandi Ali.

Baca Juga :  Cerai Dengan Atalia Praratya, Ridwan Kamil Resmi Menduda - Akhiri Pernikahan 29 Tahun

Gugatan Soroti Dugaan “Salah Pasal” UU ITE

Kuasa hukum penggugat, Yaya Satyanegara, menyatakan pihaknya mengajukan gugatan karena kecewa terhadap penanganan perkara dugaan ijazah palsu yang dinilai tidak tepat.

Ia menegaskan penyidik diduga keliru menerapkan pasal-pasal dalam UU ITE, seperti Pasal 27A, Pasal 32 ayat 1, dan Pasal 35, yang dianggap tidak relevan dengan peristiwa yang dilaporkan.

“Ini merupakan bentuk perbuatan melawan hukum oleh penguasa karena keliru menerapkan hukum dan merugikan hak publik,” tegas Yaya.

Sudah Dua Kali Disomasi, Tapi Tak Digubris

Sebelum menggugat, tim hukum telah mengirimkan dua kali somasi kepada Ditreskrimum Polda Metro Jaya, masing-masing pada Agustus dan November 2025.

Namun, pihak tergugat tidak menindaklanjuti somasi tersebut secara signifikan.

Baca Juga :  BMKG Minta Warga Jabodetabek Siaga Hujan Lebat dan Petir 29–31 Oktober 2025

Karena itu, tim hukum menilai gugatan ini telah memenuhi syarat formil sebagai langkah hukum lanjutan.

Sidang Perdana Digelar 6 April 2026

Para penggugat mendaftarkan gugatan ini pada 25 Maret 2026 di PN Jakarta Selatan. Pengadilan kemudian menjadwalkan sidang perdana pada Senin, 6 April 2026.

Dalam petitumnya, penggugat meminta majelis hakim menyatakan Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan perbuatan melawan hukum karena lalai dalam penyidikan.

Isu Besar: Transparansi dan Good Governance

Kasus ini menyentuh isu besar terkait transparansi dan prinsip good governance dalam penegakan hukum.

Para penggugat menilai terdapat dugaan “penyelundupan pasal” yang tidak sesuai fakta, sehingga berpotensi merusak kepercayaan publik.

Gugatan ini diprediksi menjadi sorotan nasional. Publik kini menunggu bagaimana pengadilan menilai dugaan kesalahan penerapan hukum oleh aparat.

Jika terbukti, putusan ini berpotensi menjadi preseden penting dalam memperkuat kontrol publik terhadap kinerja penegak hukum di Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Bawa 3 Bom Molotov ke Demo Mahasiswa di DPR, Pria 24 Tahun Jadi Tersangka
Polisi Ungkap 58 Kasus Narkoba di Tanjung Priok, 67 Tersangka Diamankan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Judi Modus Tembak Ikan hingga Slot Digerebek di Jakut dan Jakbar, 60 Orang Diperiksa
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:15 WIB

Bawa 3 Bom Molotov ke Demo Mahasiswa di DPR, Pria 24 Tahun Jadi Tersangka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:30 WIB

Polisi Ungkap 58 Kasus Narkoba di Tanjung Priok, 67 Tersangka Diamankan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:49 WIB

Judi Modus Tembak Ikan hingga Slot Digerebek di Jakut dan Jakbar, 60 Orang Diperiksa

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB