Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti bahan baku ekstasi, alat cetak, dan paket happy water yang disita polisi dari laboratorium gelap di apartemen Cipinang Jakarta Timur. (Posnews/Ist)

Barang bukti bahan baku ekstasi, alat cetak, dan paket happy water yang disita polisi dari laboratorium gelap di apartemen Cipinang Jakarta Timur. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Praktik clandestine lab alias laboratorium gelap narkotika di Jakarta Timur akhirnya terbongkar.

Polda Metro Jaya menggerebek apartemen di kawasan Cipinang yang dijadikan pabrik ekstasi dan “happy water” skala rumahan.

Direktorat Reserse Narkoba bergerak cepat. Tim Unit 5 Subdit 3 menangkap dua tersangka berinisial K (32) dan S (38) pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di area minimarket Tower G Apartemen Basura.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditangkap, polisi menemukan 10 butir ekstasi. Selanjutnya, penyidik langsung mengembangkan kasus ke kamar tersangka di Tower Dahlia lantai 22.

Hasilnya mengejutkan. Unit tersebut berubah menjadi laboratorium narkoba lengkap—mulai produksi hingga penyimpanan.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan Merata, Tangerang Selatan Waspada Petir

Barang Bukti Jumbo: Siap Produksi 33 Ribu Ekstasi

Dari lokasi, polisi menyita:

  • 16,695 kg bahan baku ekstasi (potensi >33.000 butir)
  • 643 butir ekstasi siap edar
  • 34 bungkus “happy water”
  • Prekursor kimia dalam jumlah besar

Tak hanya itu, polisi juga menemukan alat produksi lengkap: mesin cetak ekstasi, timbangan digital, blender, alat press plastik, hingga peralatan laboratorium.

Sudah Beroperasi 2 Bulan

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, mengungkap lab ilegal ini telah beroperasi sekitar dua bulan.

Selama periode itu, pelaku memproduksi sekitar 2.000 butir ekstasi berbagai merek seperti Chanel dan Mercy, serta puluhan paket “happy water”.

Baca Juga :  Sopir Bunuh Anak Majikan di Pondok Pinang, Korban Tewas Digorok di Depan Orangtua

Modus Home Industry, Jaringan Didalami

Pelaku menjalankan produksi dengan modus home industry untuk menghindari deteksi. Namun, aktivitas mereka akhirnya terendus aparat.

Kini, polisi masih mendalami jaringan di balik produksi narkotika ini, termasuk jalur distribusi dan kemungkinan keterlibatan sindikat besar.

Kasus ini menunjukkan ancaman serius narkotika sintetis yang diproduksi secara mandiri di permukiman.

Selain merusak kesehatan, peredaran ekstasi dan “happy water” berpotensi menyasar kalangan muda.

Penggerebekan ini menjadi alarm keras. Dengan kapasitas produksi puluhan ribu butir, clandestine lab di apartemen membuktikan peredaran narkoba semakin nekat dan terorganisir. Polisi kini memburu jaringan hingga ke akar. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB