JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Musim pancaroba mulai menghantam wilayah Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat siaga menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang makin tak menentu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan warga harus bergerak cepat saat kondisi memburuk.
Ia meminta masyarakat tak ragu melakukan evakuasi mandiri jika hujan deras berlangsung lama.
“Warga harus tahu jalur evakuasi aman dan segera menyelamatkan diri saat situasi berbahaya,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).
Cuaca Ekstrem Mengintai, Risiko Bencana Meningkat
Saat ini, Indonesia memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau. Akibatnya, cuaca berubah drastis dalam waktu singkat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi di berbagai wilayah hingga 2 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah seperti:
- Banjir
- Tanah longsor
- Pohon tumbang
- Angin kencang ekstrem
Wilayah Rawan Harus Siaga
Sejumlah daerah masuk zona rawan, antara lain:
Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, hingga Papua.
Khusus Jawa Tengah, hujan lebat berpotensi melanda wilayah seperti Tegal, Banyumas, Wonosobo, hingga Magelang.
Imbauan Penting: Jangan Abaikan Tanda Bahaya
BNPB menegaskan masyarakat harus:
- Segera evakuasi saat hujan deras berkepanjangan
- Menjauhi pohon, baliho, dan bangunan rapuh
- Waspada banjir dan longsor di wilayah rawan
- Pantau info cuaca resmi secara berkala
Selain itu, warga diminta tidak menunggu peringatan kedua jika kondisi sudah mengancam. (red)
Editor : Hadwan



















