Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Penjaringan, Ribuan Pil Disita

Rabu, 8 April 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi saat melakukan penggeledahan dan menyita ribuan obat keras ilegal di Penjaringan Jakarta Utara. (Posnews/MR)

Polisi saat melakukan penggeledahan dan menyita ribuan obat keras ilegal di Penjaringan Jakarta Utara. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Anggota Polres Metro Jakarta Utara bergerak cepat membongkar praktik peredaran obat keras ilegal di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi meringkus seorang pria berinisial RP (22) yang diduga menjadi pelaku utama.

Pengungkapan kasus ini terjadi di sebuah toko obat yang merangkap sebagai konter ponsel di Jalan Mazda Raya, RT 011/RW 009, Kelurahan Penjagalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari lokasi, petugas menyita 1.885 butir obat keras golongan daftar G yang diduga diperjualbelikan tanpa izin resmi.

Barang bukti yang diamankan antara lain jenis Tramadol dan Eximer yang dikemas dalam strip hingga plastik klip.

Polisi menduga obat-obatan ini diedarkan secara bebas tanpa pengawasan medis.

Baca Juga :  Polres Jakut Sikat Peredaran Obat Terlarang, 14 Kasus Terbongkar - 14.360 Butir Disita

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputra, menegaskan pengungkapan ini bermula dari laporan warga.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, petugas langsung menggerebek lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti dalam jumlah besar.

โ€œAwalnya kami menerima laporan masyarakat. Setelah kami dalami, petugas menemukan aktivitas mencurigakan dan langsung melakukan penindakan,โ€ ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan obat daftar G merupakan obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Namun, praktik ilegal seperti ini justru marak dan menyasar kalangan remaja.

Akibatnya, penyalahgunaan obat keras berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari ketergantungan hingga kerusakan organ tubuh.

Karena itu, polisi memastikan akan terus memperketat pengawasan dan memburu jaringan yang lebih besar.

Baca Juga :  Matikan Kolom Komentar: Runtuhnya Ruang Publik di Era Digital

Saat ini, RP masih menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, penyidik terus menelusuri asal-usul barang serta jalur distribusi obat ilegal tersebut yang diduga melibatkan jaringan lebih luas.

Di sisi lain, polisi mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membeli obat keras tanpa resep dokter.

Jika menemukan praktik serupa, warga diminta segera melapor agar peredaran obat ilegal bisa dihentikan.

Data Terkini & Fakta Tambahan:

  • Peredaran obat keras ilegal meningkat di wilayah perkotaan, terutama di Jakarta Utara.
  • Polisi fokus menyasar toko berkedok konter atau kios kecil.
  • Obat daftar G kerap disalahgunakan sebagai alternatif narkotika murah. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB