WELLINGTON, POSNEWS.CO.ID – Selandia Baru bersiap menghadapi potensi bencana alam besar pada akhir pekan ini. Otoritas meteorologi resmi mengeluarkan peringatan siaga bagi jutaan warga di Pulau Utara seiring pergerakan Siklon Tropis Vaianu yang kian mendekat.
Dalam konteks ini, Siklon Vaianu membawa ancaman angin kencang yang dapat membahayakan nyawa dan memicu curah hujan ekstrem. Oleh karena itu, pemerintah mulai memobilisasi agensi darurat guna mengantisipasi dampak kerusakan infrastruktur yang signifikan di tahun 2026 ini.
Kecepatan Angin 150 Km/Jam dan Jalur Badai
MetService melaporkan bahwa Vaianu saat ini memegang status badai kategori 3. Pusat badai menghasilkan hembusan angin yang melebihi kecepatan 150 km/jam saat bergerak melewati perairan Pasifik. Meskipun demikian, para ahli cuaca masih terus memantau kepastian jalur badai tersebut.
Bahkan, laporan terbaru menunjukkan peluang besar badai akan mencapai daratan pada hari Minggu mendatang. Jalur ini berisiko membawa kondisi pesisir yang berbahaya dan gelombang pasang di wilayah utara serta timur Pulau Utara. Sebagai hasilnya, sektor maritim dan penerbangan kini mulai menyesuaikan jadwal operasional guna menghindari pusat pusaran badai.
PM Christopher Luxon: “Segera Siapkan Logistik”
Perdana Menteri Christopher Luxon memberikan keterangan resmi mengenai persiapan nasional pada Rabu sore. Ia melabeli Siklon Vaianu sebagai peristiwa cuaca yang sangat signifikan dan berpotensi merusak. Oleh sebab itu, ia memerintahkan seluruh lembaga terkait untuk berada dalam status siaga penuh.
“Ini adalah kesempatan besar untuk mengingatkan seluruh warga agar melakukan segala persiapan yang mungkin,” tegas Luxon. Ia mengimbau masyarakat untuk segera menyimpan cadangan makanan, mengamankan benda-benda lepas di halaman rumah, dan memperbarui tas siaga bencana. Terlebih lagi, pemerintah menjamin ketersediaan pasokan energi dan air bersih melalui pengawasan ketat terhadap jaringan utilitas nasional.
Belajar dari Tragedi Siklon Gabrielle 2023
Kewaspadaan tinggi ini berakar pada memori kolektif bangsa terhadap Siklon Gabrielle yang melanda pada tahun 2023. Bencana tersebut tercatat sebagai badai terburuk di abad ini yang merenggut 11 nyawa dan menyebabkan rekor dunia berupa 850.000 titik tanah longsor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, awal tahun 2026 juga telah diwarnai oleh rentetan badai tropis mematikan di bulan Januari dan Februari yang menyebabkan banjir bandang. Akibatnya, tanah di banyak wilayah masih berada dalam kondisi jenuh air, sehingga risiko longsor susulan akibat hujan Vaianu menjadi sangat tinggi. “Kami memberikan peringatan dini ini agar masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk bersiap,” ujar meteorolog John Law.
Siklon Maila Kategori 5 dan Risiko Regional
Di sisi lain, komunitas internasional juga memantau perkembangan Siklon Tropis Maila yang kini berstatus kategori 5. Badai tersebut memiliki kecepatan angin pusat mencapai 215 km/jam dengan hembusan hingga 295 km/jam di Laut Solomon.
Namun, MetService memastikan bahwa Maila tidak akan memberikan dampak langsung bagi Selandia Baru. Badai raksasa tersebut saat ini bergerak menuju pesisir utara Queensland, Australia. Meskipun demikian, keberadaan dua siklon besar secara simultan di wilayah Pasifik membuktikan tingginya anomali cuaca global yang harus dunia waspadai di sepanjang tahun 2026 ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















