Darurat! Narkoba Bentuk Cair dan Vape Mengancam Generasi Muda Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto. (Posnews/Ist)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ancaman narkotika di Indonesia kian mengkhawatirkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap pola peredaran narkoba kini semakin canggih, cepat berubah, dan sulit terdeteksi aparat.

Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa jenis narkotika tidak lagi terbatas pada bentuk konvensional seperti heroin atau ekstasi.

Sebaliknya, kini narkoba hadir dalam bentuk cair, sintetis, bahkan disamarkan melalui rokok elektronik atau vape.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Narkotika di Indonesia sudah berubah sangat cepat, termasuk dalam bentuk cair dan disamarkan melalui media rokok elektronik,” tegasnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Lebih lanjut, Suyudi mengingatkan bahwa fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan ancaman serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Oleh karena itu, BNN tidak bisa bekerja sendiri.

Sebagai langkah konkret, BNN memperkuat sinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga :  Pembacokan Brutal di Koja, Korban Luka Parah-Polisi Buru Pelaku Misterius

Kedua lembaga menggelar audiensi strategis di Jakarta pada 10 April 2026 guna memperkuat pengawasan serta regulasi peredaran zat berbahaya.

Suyudi mengapresiasi kolaborasi yang telah berjalan. Namun demikian, ia menekankan perlunya penguatan kerja sama ke depan agar mampu mengejar perkembangan modus kejahatan narkotika yang semakin kompleks.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh langkah BNN.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan akan berbasis pada kajian ilmiah yang komprehensif dan terukur.

Tak hanya itu, kedua lembaga juga sepakat memperbarui nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar hukum baru.

Langkah ini diharapkan memperluas ruang kolaborasi, terutama dalam pengawasan produk yang berpotensi disalahgunakan seperti cairan vape.

Pengaturan Ketat Rokok Elektronik

Sebelumnya, BNN juga telah mengusulkan pengaturan ketat rokok elektronik dalam revisi undang-undang narkotika.

Baca Juga :  Mendagri Instruksikan Pajak Kendaraan Listrik Dihapus, PKB dan BBNKB Bisa Nol Rupiah

Usulan ini muncul setelah ditemukan indikasi kuat bahwa vape menjadi media baru peredaran zat terlarang.

Bahkan, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Suyudi mengungkap fakta mencengangkan.

Dari hasil uji laboratorium terhadap 341 sampel cairan vape, ditemukan kandungan berbahaya yang mengarah pada zat narkotika.

Selain itu, ia menyoroti bahwa sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Laos telah lebih dulu mengambil langkah tegas dengan melarang peredaran vape.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai harus segera mengambil langkah strategis. Jika tidak, peredaran narkoba dengan modus baru ini berpotensi semakin meluas dan mengancam generasi muda.

BNN memastikan akan terus memperkuat pengawasan, penindakan, serta kolaborasi lintas lembaga demi menutup celah peredaran narkotika yang kian licin dan tersembunyi. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Betrand Peto Bakal Diperiksa Lagi, Polisi Dalami Visum dan CCTV
Penyerangan Sadis di Kampung Ambon Cengkareng, Polisi Sita Senjata Rakitan
Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan
Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI Rp10,23 M di Sukoharjo, 5.102 Korban Menanti Restitusi
Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Betrand Peto Bakal Diperiksa Lagi, Polisi Dalami Visum dan CCTV

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Penyerangan Sadis di Kampung Ambon Cengkareng, Polisi Sita Senjata Rakitan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI Rp10,23 M di Sukoharjo, 5.102 Korban Menanti Restitusi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Berita Terbaru

Ilustrasi prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 1 November 2026, sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:13 WIB