LOS ANGELES, POSNEWS.CO.ID – Para pencinta gawai gaming harus bersiap menghadapi realitas pahit pasar teknologi global.
Kenaikan Harga Konsol dan Fenomena Krisis Memori Global
Selama dua dekade terakhir, konsumen memegang patokan harga awal konsol gaming pada kisaran 500 dolar AS.
Merek raksasa seperti PlayStation dan Xbox biasanya memangkas harga konsol seiring berjalannya waktu melalui versi “Slim”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, generasi konsol saat ini justru mencatatkan pergerakan harga yang berbalik arah.
Penyebaran pandemi COVID-19 sempat mengganggu kelancaran rantai pasok komponen elektronik dunia.
Selanjutnya, kebijakan tarif impor ketat Presiden Donald Trump memperparah beban biaya manufaktur produsen.
Bahkan produsen konsol murah Nintendo terpaksa merilis Switch 2 seharga 449 dolar AS.
Krisis terbesar bersumber dari pembangunan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI) secara raksasa.
Proyek AI menyedot pasokan chip memori RAM untuk kartu grafis dan media penyimpanan.
Alhasil, harga konsol PS5 Pro membumbung hingga 899 dolar AS.
Microsoft juga mematok harga Xbox Series X sebesar 749 dolar AS.
Sementara itu, perangkat Steam Machine kini menjual seharga 1.049 dolar AS.
Produsen memori Micron memproyeksikan krisis kelangkaan memori ini bertahan hingga tahun 2028.
Dominasi Standar Harga Baru Menyambut Generasi PS6
Banyak pihak meragukan kehadiran konsol murah seharga 500 dolar AS pada masa mendatang.
Sony dan Microsoft bersiap mengenalkan konsol generasi baru seperti PlayStation 6 dan Project Helix.
Namun, produsen tidak memiliki dorongan finansial guna menurunkan harga jual produk baru mereka.
Konsumen perlahan mulai terbiasa memboyong perangkat gaming pada kisaran harga 1.000 dolar AS.
Fenomena serupa pernah terjadi pada bursa kartu pengolah grafis (GPU) saat ledakan penambangan kripto.
Harga kartu grafis tetap bertahan tinggi meskipun kelangkaan pasokan telah mereda.
Meskipun mematok harga awal tinggi, Nintendo Switch 2 tetap mencatatkan rekor penjualan konsol tercepat.
Penghapusan Subsidi dan Realitas Inflasi Pasar
Sony secara terbuka menegaskan menolak skema subsidi biaya produksi untuk PlayStation 6.
Sementara itu, proyek masa depan Xbox mengarah pada arsitektur komputer meja yang mahal.
Penyesuaian angka inflasi global turut memperkuat fondasi lonjakan harga gawai saat ini.
Harga awal PS3 sebesar 600 dolar AS pada masa lalu setara dengan 1.000 dolar AS hari ini.
Kini industri gawai mengunci rapat era konsol murah 500 dolar AS secara permanen.
Para pemain wajib menyesuaikan anggaran belanja demi menikmati permainan game generasi terbaru.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













