KAI Commuter Blokir 40 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dan Stasiun Sepanjang 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” KAI Commuter mengambil langkah tegas terhadap pelaku pelecehan seksual di dalam kereta dan area stasiun.

Sepanjang Januari-Juni 2026, perusahaan menangani 40 kasus pelecehan seksual, dan seluruh pelaku yang berhasil diidentifikasi telah diblokir (blacklist) dari layanan Commuter Line di seluruh wilayah operasional.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pemblokiran dilakukan melalui sistem pengawasan terintegrasi agar pelaku tidak lagi dapat menggunakan layanan Commuter Line.

Belasan Kasus Berlanjut ke Proses Hukum

Selain memberikan sanksi blacklist, KAI Commuter juga menyerahkan 17 kasus kepada kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, sejumlah korban memilih tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum, dan perusahaan menghormati keputusan tersebut.

Meski demikian, KAI Commuter terus mendorong korban untuk berani melapor dan menempuh proses hukum agar pelaku mendapat efek jera yang maksimal.

β€œKami terus mengimbau para korban untuk berani melanjutkan proses hukum agar pelaku mendapatkan efek jera yang maksimal,” ujar Karina, Minggu (2/8/2026).

KAI Commuter Siap Dampingi Korban

Karina menegaskan bahwa KAI Commuter akan mendampingi korban sejak pelaporan hingga proses hukum selesai.

Baca Juga :  Naik 250%! Mensesneg Bongkar Fakta Kenaikan PBB di Pati

Perusahaan ingin memastikan setiap korban memperoleh perlindungan dan tidak menghadapi proses tersebut sendirian.

β€œKorban tidak sendirian. Kami berkomitmen mendampingi hingga proses hukum selesai,” tegasnya.

CCTV dan Patroli Diperketat

KAI Commuter memperketat pengawasan melalui CCTV analytic, patroli keamanan, dan kampanye anti kekerasan seksual.

Program edukasi tersebut dijalankan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), organisasi perempuan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

KAI Commuter mengajak penumpang segera melaporkan setiap tindakan pelecehan seksual di kereta maupun stasiun. Perusahaan menjamin kerahasiaan identitas korban dan mendukung proses hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa
Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat
Tiga Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah KPK, Dokumen dan BBE Disita
Posko SAR Arupadhatu 1 Ditutup, 5 Jurnalis dan 3 Awak Masih Hilang
Perdagangan Indonesia-Inggris Capai USD2,66 Miliar, CEPA Dikebut

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:11 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 10:26 WIB

Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Jumat, 18 September 2026 - 07:42 WIB

Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB

Ilustrasi, CEO Meta Mark Zuckerberg menolak desakan penghentian pengembangan AI. Simak rincian argumen insentif pasar dan evaluasi independen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:15 WIB