Tiongkok Siap Bangun 11.000 Pulau guna Perkuat Klaim Teritorial

Jumat, 24 April 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing meluncurkan kampanye jangka panjang untuk membangun infrastruktur di 11.000 pulau guna mengamankan sumber daya laut. Dok: AFP.

Beijing meluncurkan kampanye jangka panjang untuk membangun infrastruktur di 11.000 pulau guna mengamankan sumber daya laut. Dok: AFP.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok mempertegas ambisinya guna mendominasi wilayah perairan global. Pemerintah Beijing secara resmi mengonfirmasi rencana pembangunan infrastruktur. Rencana ini mencakup lebih dari 11.000 pulau klaim nasional.

Dalam konteks ini, langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye jangka panjang. Tujuannya adalah memperkuat status Tiongkok sebagai “Kekuatan Maritim Besar”. Oleh karena itu, otoritas di Beijing kini mulai memacu pemutakhiran fasilitas fisik. Langkah ini menjamin akses terhadap sumber daya laut dalam pada tahun 2026.

Pulau sebagai Garis Depan Strategis Sumber Daya

Pilar utama kebijakan ini adalah pemanfaatan pulau sebagai kunci kekayaan samudra. Harian People’s Daily menegaskan posisi strategis pulau-pulau tersebut.

Lebih lanjut, Tiongkok menilai negara-negara besar kini berebut mengalihkan fokus ke laut. Oleh sebab itu, Beijing meningkatkan perlindungan terhadap pulau-pulau yang merupakan klaim mereka. Caranya adalah melalui peningkatan infrastruktur, konektivitas, dan akses fisik sistemik. Sejak Xi Jinping memimpin pada 2012, Tiongkok telah mengucurkan miliaran dolar untuk modernisasi AL. Proyek ini mencakup pembangunan kapal induk dan kapal selam nuklir.

Baca Juga :  Suami Mengamuk, Istri Ditusuk Pisau Dapur di Marunda

Militerisasi dan Pengawasan Laut China Selatan

Selama bertahun-tahun, Tiongkok secara konsisten membangun pulau buatan dan landasan pacu. Mereka juga mendirikan fasilitas militer di sengketa Laut China Selatan. Akibatnya, fasilitas tersebut memungkinkan armada laut Tiongkok melakukan patroli harian. Jangkauan patroli milisi mencapai 1.000 mil laut dari garis pantai daratan.

Terlebih lagi, pada September lalu, Beijing mendeklarasikan cagar alam di Scarborough Shoal. Otoritas menilai langkah ini memperkuat cengkeraman hukum atas atol tersebut. Atol ini merupakan titik panas konflik dengan Filipina. Namun demikian, agresivitas ini tidak menyurutkan langkah diplomatik pihak lain. Pejabat senior Taiwan baru-baru ini mengunjungi pulau Itu Aba di Kepulauan Spratly. Pulau tersebut kini memiliki dermaga baru untuk kapal patroli seberat 4.000 ton.

Front Multinasional dan “Titik Balik” Beijing

Situasi keamanan regional memanas seiring mulainya latihan militer Balikatan. Latihan ini melibatkan Filipina, Amerika Serikat, dan negara mitra lainnya. Dalam hal ini, latihan bertujuan memproyeksikan front persatuan melawan dominasi Tiongkok. Kawasan ini merupakan jalur perdagangan senilai $3 triliun per tahun.

Baca Juga :  Nus Kei Tewas di Bandara Kei, Pelaku Ngaku Balas Dendam Kematian Saudara Sejak 2020

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gregory Poling, pengamat dari lembaga pemikir CSIS, memberikan penilaian kritis. Ia menyebut Beijing mulai mencapai titik jenuh dalam strategi tekanannya. Menurutnya, Tiongkok gagal menghentikan proyek energi di Asia Tenggara dalam empat tahun terakhir. “Beijing tampaknya telah mencapai titik di mana hasil intervensinya mulai berkurang,” ujar Poling.

Menuju Persaingan Kedaulatan Permanen

Masa depan stabilitas maritim Asia bergantung pada kelanjutan pembangunan fisik tersebut. Pada akhirnya, kedaulatan sumber daya laut tetap menjadi inti perselisihan geopolitik 2026.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau dampak pembangunan infrastruktur massal ini. Publik mewaspadai potensi respons militer yang lebih keras dari blok Barat. Di tengah ketidakpastian dunia, Tiongkok bersikeras bahwa penguatan pulau adalah hak kedaulatan. Langkah ini bertujuan menjamin keamanan energi nasional di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

White Rabbit PIK Ditutup, Pemprov DKI Cabut Izin Usai Kasus Narkoba
Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah
Dua PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Agen Penyalur PRT
Erdogan Desak KTT Rusia-Ukraina dan Peringatkan Pelemahan Eropa
Begal Celurit Gunung Sahari, 4 Pelaku Dibekuk Polisi Usai Rampas Motor & HP Korban
Pemerintah dan Oposisi Jepang Mulai Tarik Janji Potong Pajak Konsumsi
Armada Kapal Perang Tiongkok Terobos Jalur Strategis Okinawa
AS Jajaki Pemindahan 1.100 Pengungsi Afghanistan ke DR Kongo

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:57 WIB

White Rabbit PIK Ditutup, Pemprov DKI Cabut Izin Usai Kasus Narkoba

Jumat, 24 April 2026 - 17:25 WIB

Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah

Jumat, 24 April 2026 - 17:12 WIB

Dua PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Agen Penyalur PRT

Jumat, 24 April 2026 - 17:01 WIB

Erdogan Desak KTT Rusia-Ukraina dan Peringatkan Pelemahan Eropa

Jumat, 24 April 2026 - 16:52 WIB

Begal Celurit Gunung Sahari, 4 Pelaku Dibekuk Polisi Usai Rampas Motor & HP Korban

Berita Terbaru

Presiden Turkiye Tayyip Erdogan bertemu dengan Sekretaris Jendral NATO Mark Rutte di Ankara, Turkey, April 22, 2026. Murat Kula/Turkish Presidential Press Office/Handout via REUTERS

INTERNASIONAL

Erdogan Desak KTT Rusia-Ukraina dan Peringatkan Pelemahan Eropa

Jumat, 24 Apr 2026 - 17:01 WIB