Starmer Bela Posisi Inggris: Tolak Serangan Ofensif ke Iran

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi di Downing Street. PM Inggris Keir Starmer memperingatkan bos Meta, TikTok, dan Google untuk segera merombak sistem keamanan mereka atau menghadapi larangan total bagi pengguna di bawah 16 tahun. Dok: Istimewa.

Konfrontasi di Downing Street. PM Inggris Keir Starmer memperingatkan bos Meta, TikTok, dan Google untuk segera merombak sistem keamanan mereka atau menghadapi larangan total bagi pengguna di bawah 16 tahun. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara resmi membela sikap pemerintahannya terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Ia menepis kritik Presiden Donald Trump dengan menegaskan bahwa setiap tindakan militer Inggris harus memiliki landasan hukum yang “kokoh”.

Berbicara di hadapan parlemen yang hening, Starmer menjelaskan bahwa Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran pada hari Sabtu. Meskipun demikian, ia berkomitmen untuk melindungi warga Inggris di wilayah Teluk dari hujan misil dan drone Iran yang ia sebut sebagai tindakan “serampangan”.

Menghindari “Kesalahan Irak” dan Rezim Change

Sebagai mantan pengacara hak asasi manusia, Starmer menonjolkan komitmennya terhadap hukum internasional. Ia secara eksplisit merujuk pada invasi Irak tahun 2003 sebagai pelajaran pahit yang tidak boleh Inggris ulangi.

“Kita semua ingat kesalahan di Irak. Setiap tindakan Inggris harus selalu memiliki basis hukum dan rencana yang matang,” tegas Starmer. Ia juga menambahkan bahwa pemerintahannya saat ini tidak percaya pada konsep pergantian rezim (regime change) melalui serangan udara. Pernyataan ini merupakan respon langsung terhadap strategi agresif Washington yang bertujuan menggulingkan kepemimpinan di Teheran.

Baca Juga :  Pintu Terbuka di Beijing: Tiongkok Ajak Perusahaan Amerika Serikat Ekspansi dan Tumbuh Bersama

Ketegangan dengan Donald Trump dan Isu Diego Garcia

Perselisihan ini menciptakan ketegangan langka antara dua sekutu transatlantik tersebut. Presiden Donald Trump sebelumnya melontarkan kritik melalui Daily Telegraph, menuduh Starmer terlalu lama memberikan izin penggunaan pangkalan militer AS di wilayah Inggris.

Trump merasa kecewa karena Starmer tampak terlalu “khawatir dengan legalitas” serangan tersebut. Namun, pada Minggu malam, Starmer akhirnya menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan udara strategis Diego Garcia. Izin ini hanya berlaku untuk misi yang bersifat “defensif”. Starmer menilai langkah ini sangat esensial guna melindungi sekitar 300.000 warga Inggris yang saat ini menetap di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Pria Mabuk Tusuk Korban di Duren Sawit, Brimob Tangkap Pelaku Berikut Pisau

Tekanan Politik Dalam Negeri dan Krisis Chagos

Kebijakan Starmer ini memicu serangan dari berbagai spektrum politik di dalam negeri. Kelompok sayap kiri mendesaknya untuk mengecam aksi militer AS-Israel, sementara pemimpin Reform UK, Nigel Farage, melabeli respon awal Starmer sebagai hal yang “menyedihkan”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, hubungan kedua pemimpin semakin memanas terkait kesepakatan kedaulatan Kepulauan Chagos. Trump menyatakan “sangat kecewa” atas keputusan Starmer yang menyerahkan kedaulatan kepulauan tersebut kepada Mauritius. Trump mengkhawatirkan masa depan pangkalan Diego Garcia di bawah pengaturan baru tersebut. Meskipun begitu, juru bicara Downing Street menegaskan bahwa hubungan bilateral Inggris-AS tetap kuat sebagai sekutu setia selama puluhan tahun.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Usul Denda KTP Hilang, DPR Ingatkan Risiko Pungli dan Beban Warga
Pemprov DKI Gratiskan Hampir Transportasi, Tarif Rp1 Berlaku 24 April 2026
Bongkar Sarang Narkoba Pekanbaru, 4,2 Kg Sabu & 108 Ekstasi Disita – Dikendalikan Suami-Istri
Gudang BBM Ilegal Digerebek di Sumsel, 12 Pelaku Modus “Kencing di Jalan” Ditangkap
Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama
Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi
Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global
Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 19:11 WIB

Pemerintah Usul Denda KTP Hilang, DPR Ingatkan Risiko Pungli dan Beban Warga

Kamis, 23 April 2026 - 18:53 WIB

Pemprov DKI Gratiskan Hampir Transportasi, Tarif Rp1 Berlaku 24 April 2026

Kamis, 23 April 2026 - 18:11 WIB

Bongkar Sarang Narkoba Pekanbaru, 4,2 Kg Sabu & 108 Ekstasi Disita – Dikendalikan Suami-Istri

Kamis, 23 April 2026 - 17:28 WIB

Gudang BBM Ilegal Digerebek di Sumsel, 12 Pelaku Modus “Kencing di Jalan” Ditangkap

Kamis, 23 April 2026 - 15:23 WIB

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Berita Terbaru

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:23 WIB