Pengadilan Militer Gelar Sidang Kasus Air Keras KontraS, Ini Fakta Terbarunya

Rabu, 29 April 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis KontraS, Andrie Yunus. (Posnews/KontraS)

Aktivis KontraS, Andrie Yunus. (Posnews/KontraS)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, langsung memanas sejak dibuka di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Agenda pembacaan dakwaan menjadi sorotan tajam karena menyeret empat terdakwa dari kalangan militer.

Berdasarkan data resmi dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), kasus ini teregister dengan nomor 70-K/PM.II-08/AL/IV/2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sidang digelar terbuka di ruang utama Garuda mulai pukul 09.05 WIB, sehingga publik bisa langsung memantau jalannya proses hukum yang menyita perhatian ini.

Sejak awal, suasana persidangan terasa tegang. Pasalnya, kasus ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan menyangkut serangan brutal terhadap aktivis HAM yang memicu gelombang kecaman luas.

Oleh karena itu, pembacaan dakwaan menjadi momen krusial untuk menguak peran masing-masing terdakwa.

Dengan demikian, sidang perdana ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi pintu awal pembongkaran fakta di balik aksi penyiraman air keras yang mengguncang publik.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 1–7 November 2025: Jakarta, Jabar dan Banten Siaga Banjir

Empat Terdakwa Dihadirkan di Persidangan

Dalam sidang ini, empat anggota militer yang menjadi terdakwa dihadirkan, yakni Edi Sudarko (Serda ES), Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (Lettu BHW), Nandala Dwi Prasetya (Kapten NDP), dan Sami Lakka (Lettu SL).

Selanjutnya, majelis hakim akan memeriksa keterlibatan masing-masing terdakwa dalam aksi brutal tersebut.

Untuk mengadili perkara ini, pengadilan menunjuk Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto sebagai Ketua Majelis Hakim.

Ia didampingi dua hakim anggota, yakni Letkol Kum Irwan Tasri dan Mayor Laut (H) M Zainal Abidin.

Sementara itu, Oditur Militer II-07 Jakarta menjerat para terdakwa dengan pasal berlapis yang mengarah pada dugaan penganiayaan berencana.

Pasal yang dikenakan mencakup Pasal 469 ayat (1), Pasal 468 ayat (1), serta Pasal 467 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP.

Baca Juga :  Digital Detox 101: Cara Memutus Kecanduan Gadget

Dengan demikian, jaksa militer menilai perbuatan para terdakwa tidak hanya menyebabkan luka berat, tetapi juga diduga telah direncanakan secara matang.

Kronologi Serangan Air Keras

Peristiwa ini bermula saat Andrie Yunus diserang oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026).

Saat itu, korban baru saja meninggalkan kantor YLBHI usai menghadiri kegiatan podcast.

Pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah tubuh korban. Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan.

Selain itu, penglihatannya di mata kanan juga terganggu.

Korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSCM untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Kasus ini menyedot perhatian luas karena melibatkan aktivis HAM dan oknum aparat.

Oleh karena itu, publik menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka
Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 Miliar Seret Kombes F ke Bareskrim
Gara-gara Tiket Pulang Palsu, 5 WNA Terbongkar Kelola Judi Online
Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak
129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV
KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat
Kasus Iklan BJB: KPK Cek Transaksi Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil
Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:16 WIB

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 September 2026 - 16:31 WIB

Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 Miliar Seret Kombes F ke Bareskrim

Selasa, 15 September 2026 - 09:21 WIB

Gara-gara Tiket Pulang Palsu, 5 WNA Terbongkar Kelola Judi Online

Selasa, 15 September 2026 - 06:17 WIB

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB

Glorious merilis keyboard gaming mekanik GMMK Eternal 96% berfitur numpad seharga $99.99. Simak spesifikasi lengkap, fitur hot-swap, dan peredam suaranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Glorious GMMK Eternal Resmi Meluncur, Keyboard Gaming

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:29 WIB